-BANDAR LAMPUNG - Wakil Presiden Jusuf Kalla kecewa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan II belum juga selesai. Kekecewaan dilontarkan Kalla kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati karena pendanaan tersendat.
"Kenapa ini belum selesai. Jelaslah saya kecewa dengan keterlambatan ini. Depkeu tidak tanggap hanya karena masalah selisih tingkat bunga kecil," kata Kalla saat meninjau lokasi, Selasa (26/5).
Tampak mendampingi Kalla, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil dan Menteri Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas Paskah Suzetta.
Kalla mengatakan molornya pembangunan ini karena belum ada kesepakatan tingkat bunga antara pemerintah dan bank konsorsium. Karena itu ia meminta Sofjan Djalil membereskan masalah ini dengan konsorsium bank. "Seminggu harus selesai. Selambat-lambatnya enam bulan jangan lebih," katanya.
Pembangkit berkapasitas 2x100 megawatt ini berlokasi di Dusun Sebalang, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan. Pembangkit dibangun diatas lahan seluas 65 hektar. Proyek ini adalah salah satu dari belasan proyek pembangkit listrik 10 ribu MW di seluruh Indonesia.
Pembangunan dilakukan oleh PT PLN Persero Pembangkitan Sumatera II. Kontrak PLTU Turnkey Project antara PT PLN persero dengan Joint iperation PT Adhi Karya dan Jiangxi Electric Power Overseas Engineering. Nilainya 154,27 miliar dollar dan Rp 595,1 miliar.
Direktur Perencanaan PLN Bambang Praptono mengatakan rencananya proyek ini akan beroperasi pada bulan April dan Juli 2010. Seharusnya bulan ini proyek sudah berjalan 59,5 persen. Tetapi ternyata lambat dan baru merampungkan 26 persen dari seluruh proyek. (sihc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih