-JAKARTA - Deklarasi yang dilakukan ketiga pasangan bakal calon presiden dan calon presiden menandakan awal dari perang citra yang akan terjadi, kata pengamat politik. “Itu semua retorika. Semua tidak lepas dari pembangunan citra,” kata J. Kristiadi, di Jakarta, Senin[25/05] .
Pasangan SBY-Boediono mencoba menampilkan citra elegan dan bersih, kemudian pasangan JK-Wiranto mencoba menampilkan citra heroisme dengan melakukan deklarasi di Tugu Proklamasi, katanya. “Deklarasi yang dilakukan Mega-Prabowo di Bantar Gebang juga hanya pencitraan,” kata Kristiadi.
Deklarasi yang dilakukan ketiga pasangan tersebut belum menunjukkan komitmen para bakal calon presiden dan wakil presiden tersebut . “Oleh karena itu, masyarakat harus teliti dan lebih kritis dalam mencermati apa saja yang riil bisa dijalankan dari janji-janji yang dinyatakan dalam deklarasi- deklarasi tersebut,” katanya. Ketiga pasangan bakal capres-cawapres tersebut telah melakukan deklarasi pencalonan di berbagai lokasi.
Pasangan JK-Win mendeklarasikan pencalonannya pada Minggu (10/5) di Tugu Proklamasi, Jakarta. Pasangan ini merupakan pasangan pertama yang mendeklarasikan diri maju menjadi bakal capres dan cawapres.
Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang menyebut dirinya sebagai SBY Berbudi melakukan deklarasi pada Jumat (15/5) di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Pasangan Mega-Pro merupakan pasangan yang terakhir melakukan deklarasi. Acara tersebut dilakukan pada Minggu (24/5) di TPA Bantar Gebang, Bekasi. (sihc/sbsc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih