-JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla memerintahkan aparat kepolisian menangani dengan keras para perusuh di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Banten III di Teluk Naga, Banten, Jumat malam. Kerusuhan telah menghalangi usaha pemerintah memperbaiki infrastruktur.
"Polisi akan menganinya dengan keras sesuai hukum karena ini menghalangi program pemerintah untuk perbaikan infrastruktur. Memang ini pasti menimbulkan masalah, tetapi harus ditangani," ujar Wapres di Jakarta, Minggu (16/11).
Wapres mengemukakan, kerusuhan tidak terjadi di PLTU Teluk Naga yang baru dalam proses penyiapan lahan. Kerusuhan terjadi di mess karyawan dan kontraktor. Karena kerusuhan ini, 14 kamar mes pekerja, tujuh mobil proyek, tiga alat berat, satu sepeda motor rusak. Massa juga menjarah laptop, komputer, televisi, dan barang berharga.
"Siapa saja yang memerintahkan dan melaksanakan (kerusuhan) akan ditangkap polisi semua," ujarnya.
PLTU Teluk Naga yang akan dibangun dengan kekuatan 3X315 megawatt merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt PLN. PLTU akan memasok listrik Jawa Bali. Nilai proyek PLTU USD 547 dollar AS. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih