-JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla mengatakan, meskipun premiun diturunkan harganya menjadi Rp5.500 namun pemerintah masih tetap memberikan subsidi untuk minyak tanah sebesar Rp5.000 per liter dan solar sebesar Rp1.500 per liter.
"Kalau harga premium saat ini (Rp6.000/liter), masih disubsidi sebesar Rp1.000 per liter, solar masih disubsidi sekitar Rp1.500 per liter. Dan minyak tanah dengan harga Rp2.500 masih disubsidi sebesar Rp5.000. Jadi tetap masih disubsidi sesuai dengan anggaran yang disetujui di APBN," kata Wapres ketika ditanya soal penurunan harga premium seusai Shalat Jumat di Jakarta.
Wapres menjelaskan, saat ini sebenarnya subsidi BBM telah habis dan justru telah melampaui anggaran yang disediakan. Karena itu, apabila diperlukan nanti akan dilakukan pembicaraan dengan DPR mengenai alokasi tambahan subsidi BBM.
"Dengan harga minyak dunia turun hingga kisaran 60 dollar AS per barel, maka harga premiun diturunkan sudah 'oke'. Tapi yang masih disubsidi itu minyak tanah," kata Wapres.
Wapres menjelaskan, pada saat harga minyak dunia mencapai 140 dolar AS per barel, maka subsidinya mencapai Rp15 triliun per bulan. Di saat harga minyak dunia mencapai 90 dolar AS per barel maka subsidi BBM mencapai Rp10 triliun per bulan. Untuk harga seperti saat ini di kisaran 60 dolar AS per barel maka subsidinya masih sekitar Rp5 triliun per bulan.
"Nah karena minyak tanah (sampai sekarang) masih disubsidi Rp5.000 per liter maka subsidinya masih sekitar Rp3 triliun per bulan," kata Wapres.
Pemerintah, kata Wapres tetap masih memperhatikan rakyat bawah dengan tetap memberikan subsidi yang besar untuk harga minyak tanah. Karena itu, tidak benar jika ada anggapan pemerintah dikatakan tidak membela rakyat kecil.
"Kalau premium itu untuk rakyat yang menggunakan mobil dan motor. Kalau minyak tanah itu memang rakyat bawah dan itu tetap disubsidi sebesar Rp5.000 per liter," kata Wapres.
Karena itu, Wapres meminta seluruh masyarakat bisa memahami bahwa pemerintah masih tetap memberikan subsidi yang besar untuk minyak tanah dan solar. (sihc/sadc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih