coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 19 November 2008

KNPI Kongres Ancol Minta SBY Copot Adhyaksa Dault

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil Kongres XII Ancol yang dipimpin Ahmad Doli Kurnia meminta Presiden SBY mencopot Adhyaksa Dault sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olahraga. Pasalnya, Adhyaksa Dault dianggap sebagai pemecah belah di tubuh KNPI.

"Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap KNPI. Presiden harus tahu siapa biang keladinya. Presiden harus mencopot Adhyaksa Dault sebagai Menegpora," kata Ketua Umum KNPI versi Ancol, Ahmad Doli Kurnia di Kantor DPP KNPI, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/11/2008).

Menurut Doli, desakan ini disampaikan kerana Adhyaksa terlalu mengintervensi
persoalan internal KNPI. Akibat tindakan dan sikapnya itu, KNPI menjadi terpecah belah.

Doli menilai, terlalu campur tangannya Adhyaksa bermula dari ketidaksenangannya kepada bekas Ketua Umum KNPI Hasanuddin Yusuf. Selain itu, Adhyaksa juga menyebarkan surat edaran kepada gubernur seluruh Indonesia.

Dalam surat edaran tersebut, Adhyaksa menyatakan bahwa Kongres KNPI yang sah adalah KNPI yang dilaksanakan di Bali.

"Menegpora tidak netral dan punya kepentingan tinggi hingga KNPI pecah. Hal ini dibuktikan adanya surat edaran kepada seluruh gubernur bahwa KNPI yang diakui adalah Kongres di Bali," jelasnya.

Indikasi lainnya, tambah Doli, adanya pertemuan tanggal 22 Agustus 2008 yang digagas oleh Deputi Bidang Kepemudaan Menegpora dengan calon Ketua Umum KNPI. Pada tanggal 16 Oktober 2008, lagi-lagi Adhyaksa mengumpulkan DPD KNPI di Banten.

Dalam pertemuan tersebut, Adhyaksa kembali menyerukan dan mengajak DPD-DPD untuk mendukung Kongres KNPI di Bali. "Kami sangat menyayangkan sikap Menpora tersebut. Kalau Presiden tidak mengindahkan desakan kami, maka kami akan menempuh jalur hukum.
Saat ini telah disiapkan tim advokasi," tegas Doli.

Sementara itu, salah seorang pengurus Gerakan Muda Kosgoro, Sohan Gumay menyatakan, pada tanggal 22 Juli 2008 di Hotel Ritz Carlton dilakukan pertemuan 27 DPD KNPI dan 7 OKP. Dalam pertemuan tersebut Adhyaksa diduga membagi-bagikan uang sebesar Rp 5 juta kepada setiap DPD dan OKP di tubuh KNPI. "Saya melihat sendiri, Adhyaksa memberikan uang kepada salah satu DPD KNPI. Uang apa itu? uang rakyat atau uang pribadi?" tutur Sohan.

Sedangkan adanya rencana pengukuhan atau pelantikan DPP KNPI versi Bali, Doli menegaskan, tidak boleh ada satu kegiatan apapun di Kantor Pusat KNPI. "Tidak ada satupun kegiatan selain kegiatan KNPI selain KNPI Ancol," tegasnya. (sihc/sdtc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda