coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 21 November 2008

JK Disarankan Tak Ikut Pertarungan Pilpres 2009

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Meski populer, namun nama Wakil Presiden Jusuf Kalla menurut Presiden Lembaga Riset Indonesia (LRI) Johan Silalahi tak memiliki nilai jual untuk ikut pertarungan pada Pilpres 2009, baik sebagai calon presiden (capres) ataupun sebagai calon wakil presiden (cawapres). Johan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/11) mengungkapkan apa yang diungkapkannya ini berdasar pada tren penurunan popularitas Jusuf Kalla di mata masyarakat.

"Menurut saya, pak Jusuf Kalla Disarankan tak perlu mencalonkan. Sebaiknya tahun 2009 nanti tak usah maju pada Pilpres 2009, baik sebagai cawapres ataupun sebagai capres. Menurut tracking polling JK mengalami penurunan," kata Johan.

Dijelaskan, bila dilihat berdasar popularitas, Jusuf Kalla memang berada pada posisi 95 persen. Akan tetapi, secara elektabilitas, hanya pada kisaran 3 hingga 7 persen saja. "Untuk diposisikan sebagai cawapres saja, masih dibawah angka 7 persen. Sebagai capres, masih dibawah 4 persen," katanya.

Johan menilai, salah satu makin turunnya tingkat popularitas Jusuf Kalla adalah, masyarakat tidak begitu menyukai Jusuf Kalla yang seakan mempromosikan dirinya sebagai salah seorang saudagar. Seakan, julukan ini ada gap, bagi masyarakat kecil. Pak Jusuf Kalla juga kerap berbicara kepada media yang kontoversial dan tidak produktif. Salah satu misalnya adalah, mengenai kebijakan pemerintah tentan kenaikan harga BBM. Pak Jusuf Kalla seakan malah menantang mahasiswa yang menolak rencana kenaikkan harga BBM ketika itu," kata Johan.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum mengungkapkan, Partai Demokrat, menerapkan strategi persiapkan alternatif lain selain Jusuf Kalla untuk disandingkan dengan Presiden SBY pada Pilpres 2009 nanti. PD, kata Anas, juga mempersiapkan strategi lain, mencari figur lain selain Jusuf Kalla.

"Alternatif pertama kita memang, kembali menduetkan SBY-JK. Tapi ada alternatif lain untuk pendamping pak SBY. Kita mencari tokoh lain selain pak Jusuf Kalla yang kita anggap memiliki aksepabilitas serta visi dan misi yang sama. Yang jelas, segala sesuatunya bisa saja akan terjadi," kata Anas Urbaningrum.

"Atau, SBY dengan tokoh non partai. Kriteria inilah yang dimatangkan dan tidak sebutkan siapa nama pasangan capres. Nanti jika disebutkan, maka selesai soal capres di ruangan ini. Yang penting capres dan cawapres saling melengkapi dan saling memperkuat serta bisa produktif. Soal siapa pasangannya, apakah laki dan pria masih belum diputuskan. Ruang misterius baru bisa ketahuan setelah Pemilu legislatif," jelasnya. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda