-JAKARTA - Partai Hati Nurani Rakyat sudah menyiapkan judicial review terhadap Undang-undang Pemilu Presiden yang sudah disepakati di paripurna DPR.
"Kami sudah menyiapkan dan sudah mengantisipasi sejak awal. Dan, memang perkiraan dukungan persyaratan capres itu seperti yang disepakai DPR. Jadi begitu nanti disahkan, kami langsung melayangkan judicial review dengan beberapa partai," ujar Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, di Jakarta, Sabtu (15/11) seusai membuka rakornas kedua Partai Hanura.
"Kita tidak berpikir bagaimana hasilnya nanti, wong diajukan saja belum. Karena kita akan menyerahkan semuanya pada MK," ujarnya.
Tentang beberapa partai yang bersama-sama mengajukan judicial review itu, menurut Wiranto, bukan bagian dari usaha membangun koalisi partai. "Memang sejumlah komunikasi politik sering dilakukan, namun sampai saat ini belum ada usaha yang mengarah ke sebuah koalisi yang permanen," ujarnya.
Kalau Gurem, Hanura Dibubarkan
Wiranto di Jakarta, Sabtu (15/11) membuka Rapat Koordinasi Nasional II Partai Hanura. Rakornas yang mengangkat tema dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggungjawab akan masa depan bangsa, kita satukan langkah sukses pemilu 2009.
"Rakornas ini mutlak dilakukan organisasi sebesar Partai Hanura. Apalagi, dulu saya sering mengatakan kalau masih bertengger sebagai partai gurem, maka saya akan bubarkan Hanura sebelum pemilu. Tapi, hari ini sudah terlalu besar untuk dibubarkan," ujarnya.
Wiranto mengingatkan kader Hanura, agar tidak sombong meskipun Partai Hanura sudah menjadi besar. Namun, harus menjadi pendorong semangat. Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana Rakornas II Partai Hanura Ari Kastela mengatakan, agenda utama rakornas ini untuk konsolidasi organisasi dan personalia, serta langkah untuk pemenangan pemilu.
"Rakornas ini diikuti 255 orang dari unsur ketua, sekjend, bendahara umum, korwil, korda, penasehat dewan pakar, dan ketua organisasi sayap partai," ujarnya. Ketua panitia pengarah Ari Mardjono juga mengatakan, rakornas ini antara lain mengagendakan evaluasi terhadap program pemantapan dari tingkat pusat sampai desa, terutama terkait dengen efektivitasnya.
"Bagaimana postur organisasi sejak awal hingga saat ini, apakah stagnan, melemah atau meningkat tajam," ujarnya.(sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih