coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 08 November 2008

Capres Mesti Kendalikan Syahwat Politiknya

* PRESIDENTIAL *
-MAGELANG - Cendikiawan Ahmad Syafi'i Ma'arif mendesak tokoh-tokoh yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilihan Umum 2009 untuk mengendalikan ambisi dan syahwat politiknya.

"Para calon yang terlalu bernafsu, yang syahwat politiknya tinggi, agak direm sedikit," imbaunya usai berbicara dalam satu acara bedah buku di Magelang, Sabtu.

Ia memandang, tokoh-tokoh yang namanya muncul kembali dalam bursa capres sekarang belum tentu berhasil menjadi capres karena masih harus menunggu hasil pemilihan legislatif tahun 2009.

Penerima Anugerah Magsaysay tahun 2008 dari Filipina itu menilai kemunculan nama-nama capres sekarang sekadar hiburan, dan mengaggap pemimpin nasional mendatang harus figur yang bersedia bekerja keras dan berani mengambil resiko demi kepentingan bersama.

"Pemimpin harus mau berjibaku menempuh jalan agak berbahaya untuk kepentingan bersama," katanya.

Pemimpin Indonesia mendatang harus mengerti baik persoalan bangsa dan negara, tapi juga memahami peta politik, sosial dan ekonomi, apalagi kondisi Indonesia kini masih terpuruk dan tidak mempunyai harkat martabat.

"Tanpa pemimpin yang mengerti persoalan kita, saya rasa bangsa ini sulit (bangkit lagi), kita akan menjadi bangsa yang tidak dihitung, besar jumlahnya tetapi ringan dalam perhitungan," katanya.

Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah ini menilai nama-nama capres yang telah muncul belum ada yang memenuhi kriteria sebagai pemimpin Indonesia masa mendatang.

"Kita tunggu saja, mungkin kita tidak akan bisa mendapatkan yang terbaik, tapi yang mendekati itu sudah cukup," katanya. (sihc/saci)***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda