coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Tim Mega-Prabowo Curigai "Grand Design" Pemilu Satu Putaran

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Gencarnya publikasi pemilu presiden satu putaran dicurigai sebagai sebuah grand design yang dirancang sedemikian rupa. Kecurigaan itu disampaikan oleh anggota Tim Kampanye Nasional pasangan Mega-Prabowo, Maruarar Sirait, Rabu (24/6), saat rilis hasil survei Lembaga Survei Indonesia, di Jakarta.

Grand design itu, ia duga juga dilegitimasi dengan survei sejumlah lembaga. "Lembaga survei kebanyakan saat ini menjadi pemain politik yang ikut menggiring opini ke satu putaran. Sah-sah saja, tapi patut diduga ada grand scenario untuk pemilu satu putaran dan ada pembenaran dari lembaga survei," kata pria yang akrab disapa Ara, saat diberikan kesempatan menanggapi hasil survei terbaru LSI.

Ia memprihatinkan perbedaan yang cukup signifikan antara hasil survei lembaga survei yang satu dan lembaga survei lainnya. "Saya takut Indonesia berada pada satu desain besar untuk membenarkan apa yang akan terjadi di 8 Juli," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Ia bahkan berani taruhan karena meyakini pemilu presiden akan berlangsung dua putaran. Lontaran ini disampaikan Ara kemungkinan karena pemaparan LSI bahwa pasangan SBY-Boediono elektabilitasnya terdistribusi secara merata di seluruh provinsi.

Bahkan di 17 provinsi atau 50 persen dari total provinsi, elektabilitasnya lebih dari 20 persen. Meski tak diutarakan secara eksplisit, hasil ini menggambarkan kemungkinan pemilu satu putaran. Syarat pemilu satu putaran, terdapat satu pasangan calon memperoleh lebih dari 50 persen suara nasional dan terdistribusi 20 persen setidaknya di 50 persen provinsi.

Menanggapi sinisme pandangan atas hasil survei, Ketua Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Andrinof Chaniago mengatakan, sebaiknya tidak mengadu domba hasil antarlembaga survei. Jika meragukan, menurutnya, perlu dilakukan klarifikasi atas metodologi yang digunakan.

"Ada kerangka yang bisa dipertanyakan, seperti sampelnya bagaimana, tahapan jelas atau tidak. Kalau lembaga survei tidak mau menjelaskan, baru bisa membandingkan. Belum dipertanyakan, tapi sudah mengadu domba, berarti persoalannya suka atau tidak suka dengan hasil survei," kata Andrinof.

Ia mengajak para tim sukses untuk tidak menebarkan dugaan atas dasar suka atau tidak suka. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda