coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Mahendradatta: Prabowo Itu Minyak Samin Cap Garuda

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Sampai saat ini gaung memperjuangkan Syariah Islam untuk masuk dalam konstitusi masih terus mengemuka termasuk menjelang pilpres mendatang. Bagaimana para capres mengakomodasi kepentingan tersebut?

"Salah satu capres pro umat adalah memperjuangkan Syariah Islam di seluruh sendi kehidupan secara konstitusional yang di antaranya adalah mempertahankan Perda Syariah yang sudah ada dan mendukung lahirnya Perda Syariah di tempat lainnya," kata Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam Al Khathtath dalam "Diskusi Bedah Tiga Capres, Siapa Capres Pro Umat?" di Jakarta, Rabu (24/6).

Menanggapi pernyataan Al Khathtath tersebut, M Mahendradatta dari Tim Sukses Megawati-Prabowo menegaskan bahwa pasangan Megawati-Prabowo akan mengakomodasi kepentingan umat Muslim tersebut. "Namun, tidak perlu gembar-gembor tho. Kami ini Islam, kami tegakkan Syariah Islam," papar Mahendradatta yang ditemui seusai diskusi.

Namun, yang perlu dicatat, lanjutnya, ia tidak mewakili Megawati karena ia mengaku lebih mengenal sosok Prabowo. Oleh karena itu, menurut Mahendradatta, Prabowo tidak akan membuat kebijakan-kebijakan yang merugikan umat Muslim.

"Dalam konsepnya, Probowo kan pro rakyat. Nah, rakyat kita kan mayoritas umat Islam, jadi tidak akan buat kebijakan yang merugikan mayoritas penduduk Indonesia," ungkapnya. Untuk itu, lanjut Mahendradatta, Prabowo akan memasukkan unsur-unsur Syariah Islam ke dalam kebijakannya.

Dengan perumpamaan, ia mengatakan Prabowo itu seperti minyak samin capnya garuda. Artinya, Prabowo itu isinya murni Islam, tetapi karena ilmu Islamnya masih dangkal capnya garuda bukan unta.

"Idealnya pemimpin kita itu seperti minyak samin cap unta. Namun yang bahaya ada minyak babi capnya unta, orangnya Islam tetapi tidak berkelakuan sebagai orang Islam," ungkapnya tanpa menyebut siapa yang dia maksud dengan minyak babi cap unta itu. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda