-JAKARTA - Survei terakhir yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan, elektabiltas atau tingkat keterpilihan Capres/Cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, turun sekitar 3 persen dibandingkan hasil survei sebelumnya.
Peneliti Senior LSI Burhanuddin Muhtadi di Jakarta, Rabu, mengatakan, survei LSI pada 4-15 Juni lalu menunjukkan pasangan SBY-Boediono mendapat dukungan 71 persen, sedangkan pada survei terbaru 15-20 Juni menunjukkan penurunan sekitar tiga persen menjadi menjadi 67 persen.
Menurut dia, penurunan itu berada pada pemilih tingkat menengah ke atas.
"Terutama yang berada di perkotaan, dengan latar belakang pendidikan menengah ke atas," katanya menjelaskan.
Burhanuddin mengatakan, responden pemilih pasangan SBY-Boediono tersebut diduga pindah ke pasangan Capres Jusuf Kalla (JK)-Wiranto yang pada survei sebelumnya mendapat enam persen, naik menjadi sembilan persen.
Sementara pasangan capres Megawati Soekarnoputri berada pada posisi 16 persen, dan jumlah responden yang belum menentukan sikap/belum tahu sekitar delapan persen.
Survei LSI itu dilakukan pada 15-20 Juni 2009 dengan melibatkan 2.000 responden dari 33 provinsi di Indonesia yang dipilih secara acak (multistage random sampling), dengan tingkat kepercayaan sekitar 95 persen.
Direktur Eksekuti LSI Saiful Mujani mengatakan, kendati mengalami penurunan, SBY-Boediono untuk sementara masih tetap unggul dari lawan-lawannya, Mega-Prabowo 16 persen dan JK-Wiranto sembilan persen.
Kalau dibaca secara konservatif atau minus "margin of error" sebesar kurang lebih 2,8 persen", katanya, maka dukungan pada SBY-Boediono 64 persen.
JK mengalami kenaikan, dan kalau dibaca secara optimis dukungan pada pasangan JK-Wiranto pada waktu survei 19 persen.
Menurut dia, dalam 20 hari SBY-Boediono turun tiga persen, ada waktu dari 15 Juni ke 8 Juli sebanyak 23 hari, dan bila menurun liniernya, maka SBY-Boediono kemungkinan akan mendapat 64 persen dan kalau dibaca secara konservatif akan mendapat sekitar 60 persen.
Saiful menambahkan, sedangkan JK naik 2 persen dalam waktu 20 hari, bila JK-Wiranto dalam survei sebelumnya hanya sekitar 7 persen dibaca optimis maka pasangan ini mendapat 9 persen (margin of error survei sebelumnya 1,8 persen), dan bila kenaikan 2 persen tersebut dibaca secara optimis maka JK-Wiranto naik 5 persen.
"Berarti pada saat survei (15-20 Juni) posisi JK-Wiranto 14 persen," kata dia.
Bila dalam 20 hari ke depan kemajuan ini linier, katanya, maka JK kalau dibaca secara optimis, akan mendapatkan suara sekitar 20 persen pada 8 Juli nanti.
Sementara Megawati tidak mengalami kemajuan, malah penurunan. Dan karena itu kalau dibaca secara optimis, kata Saiful Mujani, kemungkinan pasangan Mega-Prabowo akan dapat suara sekitar 20 persen pada hari pemungutan suara 8 Juli 2009. (sihc/saci) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih