coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Kiat JK Beraksi di Dalam Kereta Api

* PRESIDENTIAL *
-SEMARANG- Banyak cara orang menghabiskan waktu ketika menunggu. Ada yang memilih membaca buku, mendengarkan musik, atau sekedar melamun. Namun, Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla, yang juga calon presiden, memiliki caranya sendiri membunuh waktu.

Ceritanya, seusai mengunjungi Pondok Pesantren Al-Hikmah 2, Brebes, guna menutup Kongres Ikatan Pelajar NU ke-XVI dan Ikatan Pelajar Putri NU ke-XV, Selasa (23/6), JK beserta rombongan segera meluncur ke Stasiun KA Brebes guna bertolak ke Jakarta.

Beserta rombongan, JK pun tiba di stasiun sekitar pukul 18.30. Namun KRL Argo Muria yang hendak membawanya ternyata belum datang. Ketua Umum Partai Golkar itu pun langsung menuju ruang tunggu eksekutif dengan ditemani Juru Bicara Timkamnas JK-Win Yuddy Chrisnandy dan beberapa anggota rombongan lainnya.

Selang sepuluh menit, ternyata kereta yang ditungu-tunggu masih tak kunjung datang juga. JK yang dikenal lincah ini pun segera keluar ruangan dan mencari kesibukan lainnya. Pertama, JK langsung melenggang menuju ruang pemimpin kereta api dan melihat-lihat alat kontrol pengendali kereta api.

Kepada Kepala Stasiun KA Brebes Komaruddin, JK bertanya seputar prinsip kerja alat kontrol lalu lintas KA. "Jadi, bagaimana cara mengoperasikan alat kontrol ini?" tanya JK antusias ke Komaruddin.

Komaruddin pun menjelaskan seputar fungsi kontrol tersebut. Usai mendengarkan penjelasan, mantan menteri koordinator kesejahteraan rakyat itu bahkan sempat mencoba topi PPKA (pemimpin perjalanan kereta api) berwarna merah serta tongkat Semboyan. Kedua alat ini biasa dipakai PPKA ketika mengatur lalin KA. "Topi ini ada yang warna kuning tidak?" candanya kepada Komaruddin.

JK pun sempat terlihat mengacung-acungkan tongkat Semboyan tersebut. Usai "bermain-main" dengan topi dan tongkat Semboyan, JK pun sempat meninjau pelataran stasiun dan berbincang-bincang dengan Komaruddin seputar aktivitas stasiun dan jumlah pengunjung. Selain itu, JK juga sempat melihat jadwal kereta api yang ditempel di dinding loket tiket.

Belum puas, JK menyempatkan diri berbincang-bincang dengan petugas kepolisian tentang arus lalu lintas di Jawa Tengah. Mantan Kepala BULOG itu pun sempat meladeni sejumlah pertanyaan yang dilontarkan wartawan seputar KA.

"Transportasi kereta api itu penting dan dapat menjadi solusi kemacetan. Apalagi di Pulau Jawa dengan populasi penduduk mencapai 140 juta," ujarnya. "Jika terpilih, saya akan melipatgandakan kemampuan kereta api," sambungnya.

Setelah itu, KA Argo Muria pun akhirnya datang. Kehadiran JK di stasiun kecil itu sempat menyita perhatian para penumpang KA. Beberapa orang di antaranya bahkan hingga melongokkan kepalanya demi melihat sosok wapres itu.

Setelah KA berhenti, JK pun segera memasuki kereta api, disusul dengan anggota rombongan, termasuk para jurnalis. Beberapa saat ketika KA berjalan, JK kembali "beraksi". Dirinya menyambangi gerbong penumpang dan menyapa para penumpang.

"Dari mana Pak? Mau ke mana? Bayar berapa naik kereta ini?" berondong JK kepada beberapa penumpang yang berada di gerbong tersebut.

Kepada dr Hermin, salah seorang penumpang Argo Muria, yang juga pegawai Departemen Kesehatan, JK bertanya seputar kesehatan. "Jadi, sekarang sedang riset apa? Apa ada jenis penyakit baru?" tanyanya.

Begitulah JK yang sangat enerjik kerap menghabiskan waktu. Entah karena latar belakangnya sebagai pengusaha, JK hampir tidak pernah menyia-nyiakan waktunya. Selalu saja ada yang dilakukan. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda