-JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto dan beberapa tokoh menghadiri peresmian Museum Jenderal Besar Abdul Haris (AH) Nasution. Peresmian tersebut berlangsung di museum yang dulu merupakan kediaman Jenderal AH Nasution di Jl Teuku Umar 40, Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, istri almarhum Jenderal AH Nasution, Yohana Nasution, mengatakan, museum tersebut merupakan prasasti hidup bagi AH Nasution dan keluarga. "Teuku Umar 40 merupakan kearifan sejarah. Semoga museum ini menjadi mata air yang memberi arah bagi generasi muda mendatang," ujar Yohana, Rabu (3/12/2008).
Selain Wiranto, purnawirawan TNI yang hadir dalam acara ini adalah mantan presiden Try Sutrisno. Wiranto yang mengenakan batik warna coklat tampak duduk di bagian depan sejajar dengan SBY. Namun jaraknya jauh, sehingga mereka tidak bertegur sapa.
Namun saat SBY hendak melihat-lihat kondisi di dalam museum, SBY yang berjalan di depan Wiranto tampak menganggukkan kepala sambil tersenyum, kemudian bergegas masuk ke dalam museum yang lokasinya di depan kediaman mantan presiden Megawati Soekarnoputri ini.
Saat meninjau museum, SBY diberi penjelasan langsung oleh Yohana Nasution. Dengan semangat, namun suaranya terbata-bata, Yohana menjelaskan semua ruangan, termasuk di mana suaminya ditembak oleh pasukan Cakrabhirawa.
"Di sini pasukan Cakrabhirawa mengintip dan mau masuk," ujar Yohana sembari menunjuk pintu samping ruangan tersebut. Yohana kemudian mengajak SBY ke ruang belakang, tempat AH Nasution ditembak oleh pasukan Cakrabhirawa.
Di ruangan belakang tersebut, tampak patung AH Nasution naik di atas tembok hendak menyelamatkan diri dari serangan pasukan Cakrabhirawa. Digambarkan, AH Nasution mengenakan kaos dalam putih dan sarung warna coklat. SBY mendengarkan dengan cermat keterangan Yohana.
Museum ini diresmikan oleh SBY bertepatan dengan hari lahir Jenderal Besar AH Nasution pada 3 Desember. Barang-barang yang tersimpan di museum ini adalah koleksi pribadi seperti buku-buku, foto-foto, senjata, pakaian, alat rumah tangga dan lain-lain. Piagam penghargaan juga terpampang dalam museum ini. (sihc/sdtc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih