-JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekecewaannya terhadap penanganan korban lumpur Lapindo di Sidoardjo, Jawa Timur yang tak kunjung usai. Kekecewaan tersebut disampaikan Presiden di hadapan Direktur Utama Lapindo Brantas Inc, Nirwan Bakrie, saat pertemuan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu [03/12].
“Saya saja sudah merasa tidak nyaman dengan suasana ini. Saya Kecewa. Aceh saja bisa diselesaikan, tapi kenapa ini tidak? Ini membuat pusing,” tutur Presiden bernada tinggi.
Presiden menambahkan terkatung-katungnya proses sisa pembayaran 80 persen kepada para korban lumpur sudah menggangu kerja pemerintahan. Presiden yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, dan Ketua Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) khusus menggelar pertemuan dengan Nirwan Bakrie guna mencari jalan keluar sisa pembayaran kepada para korban lumpur Lapindo. Pertemuan itu berlangsung selama 1,5 jam.
Segera selesaikan
Menurut Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, Presiden memerintahkan agar proses pembayaran tersebut segera diselesaikan. Andi mengatakan, BPLS serta menteri-menteri terkait akan berunding dengan para korban dan akan kembali melaporkan hasilnya kepada Presiden pada Rabu sore.
“Presiden telah memberikan arahan kepada tim ini untuk segera menyelesaikan persoalan tentang Lumpur Lapindo, terutama soal ganti rugi sesuai dengan Perpres 14,” tuturnya.
Presiden, lanjut Andi, telah memberikan arahan agar persoalan tersebut segera dituntaskan. “Tim ini sekarang sedang bekerja sehingga baru nanti sore akan laporkan lagi kepada Presiden tentang bagaimana hasil dari penyelesaian tersebut,” tuturnya. Andi berjanji mekanisme penyelesaian sisa pembayaran itu akan diumumkan oleh BPLS serta menteri-menteri terkait usai laporan kepada Presiden. (sihc/sbsc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih