-JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera menilai calon presiden PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, berpeluang memenangkan Pemilu 2009. Namun, Majelis Syuro PKS tetap menjadwalkan pengambilan keputusan soal koalisi pemilu presiden setelah pemilu legislatif, April 2009.
"Bagi sebagian masyarakat Indonesia, Mega masih menarik," kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, saat dihubungi di Depok, Sabtu (13/12).
PKS, kata dia, pernah mempertimbangkan Mega saat menentukan dukungan terhadap calon presiden 2004. Saat ini, dia mengklaim, PKS merupakan partai yang dianggap penting namun tidak menarik. "Idealnya, calon presiden memiliki nilai penting dan menarik. Jadi mungkin saja untuk berkoalisi," ujarnya.
Hingga kini, PKS belum membahas intensif rencana koalisi dengan PDI Perjuangan. Namun, PKS sempat mengundang Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI Perjuangan, Taufik Kiemas, dan sejumlah petinggi partai itu dalam forum diskusi soal nasionalisme. Selain itu, Hidayat Nur Wahid, salah satu fungsionaris PKS pun pernah diundang dalam rapat kerja nasional PDI perjuangan. Menurut dia, pembicaraan soal koalisi dan pencalonan presiden belum dilakukan dua partai itu. "Isu dikotomi nasionalis dan Islami akan hilang di masa mendatang. Namun yang terpenting (partai yang diajak berkoalisi) tidak menjual negara," katanya.
Menurut dia, penyesuaian platform merupakan agenda utama jika PKS berkoalisi dengan partai nasionalis. Selain itu, prioritas pembangunan pun harus sama. Selama ini, kata dia, kemiskinan dan krisis kepemimpinan merupakan agenda utama PKS. "Kami bukan poros tengah tapi poros umat. Jadi apa pun partainya, asalkan bisa memperjuangkan masalah umat," ujarnya.
Pembicaraan soal koalisi dengan partai-partai Islam juga belum dilakukan. Apalagi,sejumlah partai Islam dianggap masih memiliki konflik internal yang berpotensi menghambat pemenangan pemilu.
Koalisi yang pernah dilakukan PKS dengan Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia pada 2004 dianggap tidak ideal. Alasannya, koalisi itu hanya menguasai 18 persen suara di parlemen. Tahun depan, dia melanjutkan, PKS menargetkan koalisi dilakukan dengan mengumpulkan 40 persen suara di DPR. (sihc/stic)***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih