-JAKARTA - Menjelang Rapimnas Partai Golkar yang akan dibuka Jumat (17/10/2008) besok, suasana politik di internal Golkar menghangat. Potensi konflik mengancam partai berlambang pohon beringin ini. Konflik ini makin tajam setelah muncul rencana kembali menduetkan SBY-JK pada Pemilu 2009. Posisi JK di cawapres yang jadi masalah.
Dengan adanya potensi konflik ini, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) harus adu strategi. Sebab, banyak elit Golkar yang tidak menghendaki Golkar hanya memasang posisi wapres dalam Pemilu 2009 jika partai warisan Soeharto ini menjadi pemenang pemilu legislatif.
Sementara itu, dari hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga, nama JK tak pernah masuk dalam jajaran capres yang layak diusung. Di posisi cawapres pun, nama JK masih kalah dengan figur-figur lain seperti Hidayat Nur Wahid, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan tokoh-tokoh lainnya.
Atas dasar itulah, JK yang saat ini juga menjadi Wapres di pemerintahan SBY tak mau mengambil risiko dengan tetap bertarung head to head dengan SBY dan Mega. JK lebih memilih posisi aman dengan tetap berharap menjadi orang kedua SBY dalam pilpres 2009;b
"Setelah memperhatikan berbagai hasil survei tentang posisi Pak JK, baik untuk capres dan cawapres, serta banyaknya penolakan jika pak JK maju sebagai capres dari Golkar karena tingkat elektibilitasnya rendah, tim Pak JK melakukan pendekatan pada timnya pak SBY. harapannya duet SBY-JK tetap dipertahankan dalam pilpres 2009," kata sumber detikcom di DPP Golkar.
Usaha untuk menduetkan dua tokoh ini ternyata mendapatkan angin. Buktinya, setelah pendekatan tim JK ke tim SBY, dalam acara buka puasa bersama dengan para wartawan istana beberapa waktu lalu, Presiden SBY menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai capres dalam pilpres 2009. Bahkan SBY juga menjawab dengan diplomatis saat para wartawan bertanya apakah SBY akan bersama JK lagi.
"Statemen pak SBY yang tiba-tiba siap maju itu adalah hasil dari lobi dan pendekatan tim Pak JK yang meyakinkan bahwa dengan mengandeng JK, SBY sudah punya dukungan dari Golkar. Makanya Pak SBY langsung berani dan PD akan maju lagi. padahal Biasanya Pak SBY tidak mau kalau ditanya soal rencananya maju kembali sebagai capres dengan menjawab kita masih menyelesaikan persoalan bangsa," kata sumber tersebut.
Bagai gayung bersambut, JK pun langsung menyambar statemen SBY keesokan harinya dengan menyatakan kesiapannya kembali menjadi cawapres berpasangan dengan SBY dalam pilpres 2009. kontan saja, statemen JK ini membuat para elit Golkar gregetan. Sebab dari awal, semua elit menyepakati bahwa keputusan capres dan cawapres Golkar baru akan diputuskan setelah pemilu legislatif.
"Kesiapan Pak JK yang hanya menjadi Wapres ini yang membuat gejolak di internal Golkar. padahal banyak sekali kader-kader Golkar yang menginginkan Golkar mengajukan capres sendiri jika ternyata nanti dalam pemilu legislatif menjadi pemenang," kata sumber itu.
Dari sinilah, faksi-faksi di partai berlambang pohon beringin ini semakin banyak. Kelompok yang selama ini berbeda garis politik dengan JK semakin bersemangat untuk melakukan kritik. Sementara kelompok yang selama ini dibesarkan JK otomatis memasang badan dengan semua keputusan politik JK.
"Dengan langkah Pak JK ini, di elit golkar sebenarnya sedang terjadi tarik menarik yang kuat. Karena itu kelompok SOKSI yang dikomadanai Suhardiman langsung mendeklarasikan Sri sultan sebagai capres. Kelompok MKGR tak mau kalah. Pasang badan untuk JK. Tinggal Kosgosoro 1957 yang masih belum menentukan sikap," terang dia.
Diperkirakan Rapimnas Golkar yang akan digelar tanggal 17-19 Oktober menjadi pemanasan pertarungan di internal Golkar. Karena itu bukan tak mungkin kasus perpecahan Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung pada tahun 2004 lalu akan terulang lagi.
"Kalau melihat kondisinya, banyak elit Golkar yang memprediksikan kasus pemecatan dan perbedaan politik elit dan tokoh Golkar akan terjadi lagi di era kepemimpinan JK. Ini akan mengulang kasus 2004, di mana orang yang tak didukung partai bisa menang dan mengambil alih Golkar seperti kasusnya JK," pungkasnya.
Potensi konflik di Golkar saat ini sudah mulai muncul dengan hadirnya kelompok Fadel Muhammad dan Yuddy Chrisnandi. Yuddy tokoh muda Golkar sudah turun langsung ke masyarakat dengan melakukan kunjungan ke daerah-daerah Jawa Barat. "Kunjungan saya ke daerah sangat efektif. Saya semakin dikenal. Bulan ini saya akan tur ke Jawa Tengah," ujar politisi Golkar yang kritis ini kepada detikcom.
Sementara Fadel Muhammad yang ditolak JK maju sebagai caleg Golkar terus melakukan gerilya-gerilya politik. Bahkan, kabarnya hari ini, pengusaha kaya yang menjadi gubernur Gorontalo itu akan melakukan konsolidasi dengan tokoh-tokoh Golkar di kawasan Indonesia Timur. (sihc/sdtc) ***
Assalamu'alaikum..
BalasHapusKepada Bapak presiden dan Wakil Presiden yang terpilih pemilu 2009 mendatang, Anda kepercayaan rakyat dalam memimpin, jika Anda Taqwa Kepada ALLAH SWT dan Ta'at kepada Perintah Rasulullah menegakkan Syari'at Islam di Tanah Air indonesia, dan Anda Kuat dalam pertahanan Negara,Pendidikan, Ekonomi dan Bidang yang di Butuhkan, dan Bisa membantu Negara Muslim seperti di Palestina, Anda Harapan Kami. Anda Harus Naik Sebagai Presiden Dan Wapres Atas Nama ALLAH SWT...
"Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur[973] sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh" (Q.S. Al Anbiyaa')
Ucapan Terimakasih kami kepada Bapak Presiden SBY-JK yang talah mengemban Tugas Sebagai Pres-Wapres.