-SANUR - Sejak pagi tadi, calon wakil presiden dari Golkar-Hanura Wiranto sudah sibuk berbicara menyampaikan visi dan misinya dalam kampanye dialogis yang diselenggarakan di Sanur, Bali. Seperti kampanye yang pernah dilakukan Wiranto, kali ini pun ia menjanjikan hal yang sama, yakni perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Namun, ada satu hal yang berbeda dari biasanya. Mantan Menhankam/ Pangab di era Orde Baru ini mulai berani menyebut nama dan membanding-bandingkan satu capres dengan capres lainnya. Mudah ditebak, dalam pandangannya, Jusuf Kalla adalah presiden terbaik untuk Indonesia.
"Kami ingin mempercepat kemajuan Indonesia, sehingga motto kami lebih cepat lebih baik. Boediono tidak lebih cepat dari JK. Mega, seperti kita tahu sudah kelihatan gaya pemimpinannya. Maka, JK-Wiranto yang pas melakukan hal itu," kata Wiranto disambut tepuk tangan seluruh hadirin yang memadati Hotel Grand, Kamis (11/6) siang.
Sebelumnya ia mengatakan, "Indonesia saat ini maju, tapi masih kalah dibanding negara lain. Di ASEAN kita tertinggal, di pergaulan dunia, kita disindir sebagai negara gagal. Jika biasa-biasa saja, maka kita akan semakin ketinggalan, karena kita memelihara keterbelakangan sampai kiamat."
Berdasarkan keyakinan itulah, Wiranto lantas menyatakan tak ada pilihan lain selain mempercepat pembangunan di Tanah Air. Untuk melakukan hal itu, dibutuhkan pucuk pimpinan bangsa yang handal.
Menurut Wiranto, salah satu program kerja pemerintahannya bersama Jusuf Kalla adalah melakukan reformasi birokrasi. Mengurus kartu tanda penduduk, misalnya, dari tiga hari akan menjadi dua jam saja.
Di bidang perekonomian, JK-Wiranto menjanjikan perekonomian nasional yang mandiri, bukan semata-mata pertumbuhan ekonomi makro. "Pasar bursa kita tidak baik pun tidak apa-apa, asalkan pasar tradisional kita hidup dan berkembang. Karena di sanalah letak dasar perekonomian kita," kata Wiranto.
Soal strategi kampanye dalam pemilu presiden kali ini, Wiranto mengungkapkan, pihaknya memilih lebih banyak kampanye dialogis dibanding rapat umum. Rapat umum dinilai terlalu makan waktu, tidak mendidik. Sementara kampanye dinilai lebih konstruktif dan lebih mengena sasaran.
Ketua Tim Kampanye JK-Win Bali, I Ketut Sudikerta, menyatakan, pasangan JK-Wiranto menargetkan perolehan suara hingga 30 persen. Estimasi itu diperoleh dari gabungan suara Partai Golkar dan Hanura di Bali sekitar 20,4 persen ditambah peluang merebut suara mengambang yang diperkirakan mencapai 23 persen dari total daftar pemilih tetap di seluruh Bali. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih