-YOGYAKARTA - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, ketahanan keluarga sangat penting bagi ketahanan bangsa dan negara. Jika ketahanan keluarga kuat, maka ketahanan bangsa dan negara pun akan kuat. Sebaliknya, jika ketahanan keluarga lemah, maka ketahanan bangsa dan negara pun akan lemah.
Indikator kuatnya ketahanan keluarga harus ditandai pula dengan kuatnya ketahanan ekonomi, pendidikan, ahklak atau agama, dan keharmonisan atau hubungan anggota keluarga yang baik dan sakinah.
Demikian disampaikan Wapres Kalla saat membuka Sidang Tanwir ke-II Perempuan Muhammadyah Aisyiah di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (12/6) pagi tadi.
"Bangsa ini terdiri dari 33 provinsi, sekitar 500 kabupaten/kota, 7.000 kecamatan dan 72.000 desa serta kelurahan dan terdapat 50 juta kepala keluarga serta 230 juta penduduk. Inilah yang menentukan kekuatan bangsa ini," ujar Wapres Kalla.
Dikatakan Wapres Kalla, "Apabila 50 juta KK ini kuat, maka tentu bangsa dan negara ini kuat, Sebaliknya, kalau yang 50 juta KK ini rapuh, maka jelas bangsa ini juga ikut lemah. Karena itu, pentingnya kekuatan yang menjadi dasar kuatnya keluarga-keluarga dengan ahklak atau agama, pendidikan dan kekuatan ekonomi keluarga yang baik.Tanpa itu, keluarga akan lemah dan bangsa pun juga ikut lemah.
"Dalam kunjungan kerja setengah hari di Yogyakarta itu, Wapres Kalla disertai istrinya Ny Mufidah Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, Menteri Negar Perumahan Rakyat Yusuf As'yari, Seswapres Tursandi Alwi, sejumlah staf dan beberapa anggota DPR seperti Yuddy Chrisnandi, Ali Mochtar Ngabalin dan lainnya.
Hadir pula Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin serta Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Chamamah Soeratno. (sihc/soc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih