coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Sabtu, 06 Juni 2009

Pilpres Agak Berat Satu Putaran

* PRESIDENTIAL *
-SURABAYA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Muhammad Asfar MSi, menilai Pemilu Presiden (Pilpres) 2009, agak berat untuk berlangsung dalam satu putaran, karena pola dukungan masyarakat sangat dinamis.

“Pascapemilu, dukungan masyarakat kepada SBY masih di kisaran 70 persen, tapi dua minggu lalu sudah tinggal 60 persen, karena itu dukungan saat ini sulit diprediksi, tapi kalau satu putaran agaknya berat,” katanya kepada ANTARA di Surabaya, Sabtu [06/06] .

Menurut staf pengajar Fisip Unair yang sering melakukan survei itu, adanya tiga pasangan calon dalam Pilpres 2009 juga membuat satu putaran menjadi berat, karena suara dukungan masyarakat akan terbelah menjadi tiga kelompok, sehingga perolehan 50 persen untuk satu putaran agak sulit. “Kalau sampai ke putaran dua, peluang SBY juga masih fifty-fifty untuk menang, sebab kemungkinan menang dan kalah juga akan tipis bila pasangan capres/cawapres sudah tinggal dua pasang,” katanya.

Senada dengan itu, pengamat politik lainnya dari Unair Surabaya, Aribowo MA, menilai satu putaran dalam Pilpres 2009 akan terjadi bila dukungan masyarakat kepada SBY masih sama dengan dukungan masyarakat kepada Partai Demokrat pada Pemilu 2009.

“Di Jatim, misalnya, 60 persen warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam Pemilu 2009 mendukung Partai Demokrat, karena itu warga NU yang mendukung SBY akan besar, tapi dukungan warga NU kepada SBY itu tidak akan sebesar pada Pemilu 2009. Itu baru dukungan dari warga NU yang cukup mayoritas di Jatim, sedangkan masyarakat lainnya juga mungkin begitu,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, pergeseran suara dukungan masyarakat dalam dua minggu mendatang akan sangat menentukan perubahan pola dukungan. “Kalau kampanye, pengaruhnya tidak akan besar dalam mengubah dukungan, sebab kampanye itu hanya berperan mengubah dukungan maksimal 10 persen saja,” katanya.

Menurut Aribowo yang kini menjabat Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Surabaya itu, dukungan masyarakat kepada capres itu 90 persen ditentukan figur, karena itu “incumbent” lebih diuntungkan karena masyarakat sudah lama mengetahui sepak terjang dan sosoknya.

“Karena itu, sangat mungkin, dukungan masyarakat kepada Partai Demokrat bukan, karena parpolnya, melainkan karena SBY ada di dalamnya, sehingga dukungan kepada SBY lebih banyak diperoleh dari swing votters, padahal ’swing votters’ itu umumnya mudah berubah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa mudahnya perubahan dukungan “swing votters” itu akan terlihat dalam pola pergeseran suara dalam dua minggu mendatang. “Kalau tidak banyak berubah, saya yakin SBY akan terpilih lagi, tapi kalau perubahannya ada tren menurun, maka perjuangan SBY akan sangat berat,” katanya. (sihc/sbsc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda