coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 12 Juni 2009

Kalla: Pengiriman Tenaga Kerja Tak Berpendidikan Harus Dibatasi

* PRESIDENTIAL *
-YOGYAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pengiriman tenaga kerja tak berpendidikan ke luar negeri harus dibatasi. Alasannya, tenaga kerja tak berpendidikan rentan kekerasan karena bekerja di sektor informal.

"Kami tidak mau hanya mengirim TKI, tapi juga sarjana-sarjana untuk bekerja di level-level yang bermartabat," kata Jusuf Kalla saat menutup Kongres XXVII Himpunan Mahasiswa Islam MPO di Hotel Sheraton, Kamis (11/6).

Sebelumnya diberitakan tenaga kerja Indonesia Siti Hajar yang bekerja di Malaysia selama 34 bulan mengalami kekerasan dari majikannya. Selain kekerasan fisik, gaji Siti selama bekerja juga tak dibayar. Setelah melarikan diri, keluarga majikan membayar gaji Siti.

Menurut Kalla, bekerja sebagai tenaga kerja informal di luar negeri memang tidak dilarang, namun tenaga kerja informal, apalagi yang tak berpendidikan, sering kali bermasalah.

Selain tindak kekerasan dari majikan maupun kepolisian negara lain, tenaga kerja tak berpendidikan sering ke luar negeri melalui jalur ilegal. Praktek perdagangan manusia sebagai tenaga kerja pun tak terelakkan. "Bekerja sebagai TKI itu halal, tapi ke depan harus yang berpendidikan," ujarnya.

Indonesia, kata dia, memiliki beragam sumber daya alam hayati maupun mineral. Selain itu, sumber daya manusia yang berkualitas dan banyak merupakan modal kemajuan bangsa.

Dia mengatakan modal-modal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan rakyat. "Kemandirian untuk banyak hal, kemandirian di bidang pertanian dan energi," katanya.

Menurut dia, kemajuan bangsa berbasis pada kemampuan dan kemauan sendiri. Namun, Indonesia tak mungkin menutup diri dari pergaulan global. "Semua negara harus terbuka, tetapi bukan berarti bergantung pada negara lain," ujarnya.

Pembangunan manusia, katanya, harus dilakukan secara simultan. Sasaran pembangunan itu berjangka lebih dari satu dasawarsa. "Saya tidak berbicara setahun, lima tahun, tapi bicara soal generasi mendatang," katanya. (sihc/stic) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda