-YOGYAKARTA — Di depan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, yang juga calon Presiden RI, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan sembilan kriteria bagi calon presiden dan wapres yang layak dipilih oleh warga Muhammadiyah dan bangsa Indonesia.
Sembilan kriteria itu tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah yang telah dikeluarkan sebagai panduan untuk memilih capres dan cawapres yang tepat bagi bangsa Indonesia.
Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, yang berpidato sebelum pembukaan Sidang Tanwir ke-II Aisyiyah atau sayap dari Perempuan Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta, Jumat (12/6) pagi tadi, kriteria pertama adalah berjiwa negarawan dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
"Berikutnya adalah karakter yang kuat dengan ditunjukkan antara lain oleh satunya perbuatan dengan perkataan. Kemudian adalah memiliki visi kebangsaan untuk menyelamatkan sumber daya alam dan kekayaan negara. Lalu, mampu bekerja keras dan bekerja nyata untuk kemajuan bangsa serta mengendepankan kemandirian ekonomi nasional dan mewujudkan kebijakan ekonomi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Din.
Menurut Din, kriteria lainnya adalah menjaga martabat bangsa dan kedulatan negara dari berbagai intervensi dan kepentingan asing. "Seterusnya adalah mengagendakan perubahan yang konkret untuk keluar dari transisi dan membawa kemajuan sejalan dengan cita-cita nasional," tambah Din.
Kriteria lainnya adalah sosok pemimpin yang melakukan revitalisasi reformasi dan demokrasi yang bersifat mendasar disertai kebijakan-kebijakan nasional yang mengutamakan harkat hidup rakyat. "Dan, yang terakhir, dan ini penting bagi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, yaitu akomodatif terhadap aspirasi umat Islam," lanjut Din.
Dalam acara itu, Kalla disertai istrinya Ny Mufidah Jusuf Kalla, Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud, Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf As'yari, Seswapres Tursandi Alwi, sejumlah staf dan beberapa anggota DPR seperti Yuddy Chrisnandi dan Ali Mochtar Ngabalin.
Hadir pula Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Siti Chamamah Soeratno. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih