coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 12 Juni 2009

Butet: Monolog Itu Netral, Bukan Propaganda

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Seniman asal Yogyakarta ini terlihat asyik mengepul-ngepulkan asap rokoknya. Dari kejauhan, persis di samping pintu belakang ruang Birawa, Kompleks Bidakara, Jakarta, tempat acara Deklarasi Damai bagi ketiga pasangan capres dan cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Butet Kertaradjasa kemudian beristirahat.

Seniman monolog ini kemudian berkomentar santai saat ditanya tentang monolognya yang kritis terhadap pemerintah. "Mosok kritis enggak boleh. Paling kalau marah, saya diajak ketemu, lalu makan," kata Butet saat ditemui di belakang panggung seusai berorasi monolog, Rabu (10/6).

"Saya yakin mereka bisa menyikapinya secara dewasa. Monolog itu bersifat netral, bukan semata-mata propaganda. Saya tidak memihak siapa pun. Mumpung sekarang tidak ada kegiatan," aku Butet.

Kakak kandung Jaduk Ferianto ini kemudian berujar, tak dapat 'pesanan khusus' dari pasangan Mega-Pro dalam penampilannya di atas panggung. "Ibu Mega dan Prabowo menyerahkannya kepada saya. Itu semua konsep saya. Baca-baca dululah tentang flatform mereka. Improvisasi dikitlah di atas panggung tadi," kata Butet santai.

Ia juga menegaskan bahwa monolognya tanpa melewati sensor. Saat memulai monolog di atas panggung, Butet dengan senyum khasnya langsung menatap ke semua pasangan capres dan cawapres.

"Harusnya, Pak SBY berterima kasih sama Bu Mega. Karena beliaulah, Pak SBY terpilih," kata Butet dalam monolognya yang langsung disambut tepuk tangan para tamu undangan.

Presiden SBY yang duduk di barisan depan terus memerhatikan monolog yang dibawakan Butet. Mimiknya terlihat serius, termasuk wakilnya, Boediono. Adapun pasangan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto terlihat asyik mendengarkan guyonan-guyonan dari seniman yang dikenal dengan panggilan Si Butet Yogya ini.

Yang tak kalah menarik, tak hanya para pendukung Mega-Prabowo yang bertepuk tangan. Namun, para pendukung pasangan Jusuf Kalla-Wiranto juga ikut bertepuk tangan. Adapun para pendukung SBY-Boediono hanya diam, duduk tenang.

Seusai monolog dari Butet, giliran Megawati Soekarnoputri berorasi di depan. Pidatonya pun terkesan menyindir. Dalam pidatonya, Megawati berharap kepada KPU untuk melaksanakan pemilu secara jujur dan meminta rakyat Indonesia, yang memiliki hak pilih, terdaftar sebagai pemilih.

"Tidak boleh ada pemaksaan kepada rakyat dalam menentukan pilihannya. Tidak boleh ada politik uang, tidak boleh ada praktik penyuapan. KPU juga tidak boleh terkesan diintervensi ," kata Megawati dalam sambutannya.

"Mari kita laksanakan pemilu ini sebagai pendidikan politik yang luhur. Lahirnya pemimpin yang berkualitas melalui proses demokratis yang bermoral. Pemilu tak boleh sekadar hanya prosedur formal," kata Megawati lagi.

Choel Mallarangeng, selaku CEO FOX Indonesia, saat dimintai tanggapannya hanya tersenyum lebar tentang monolog yang dibawakan Butet Kertaradjasa. "Nanti saja, besok kita gelar jumpa pers di BMC (Bravo Media Center)," singkat Choel. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda