-JAKARTA - Partai Karya Perjuangan (PKP) atau Pakar Pangan menyesalkan tindakan pemerintahan SBY-JK yang menggunakan utang luar negeri untuk program dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat miskin. Presiden SBY dianggap melakukan kebohongan publik, makanya harus jujur menjelaskan sumber dana sebenarnya.
"Upaya program untuk menghilangkan kemiskinan yang digembar-gemborkan itu, justru akan menambah angka kemiskinan lagi, bahkan generasi masa depan harus menanggung utang," kata Sekjen DPN Pakar Pangan, Jackson A Kumaat kepada wartawan di kantornya Jl Warung Buncit, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2009).
Hal itu dikatakan Jackson terkait pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution di DPR, Selasa (9/6/2009) lalu, tentang dana BLT untuk rakyat yang ternyata berasal dari pinjaman asing dengan bunga antara 12-13 persen. Bantuan langsung tunai ini antara lain untuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, yang dananya berasal dari Bank Dunia.
Utang itu, lanjut Jackson, termasuk utang komersial, karena bunganya mencapai 12-13 persen dan bukan pinjaman lunak dari lembaga internasional, yang rata-rata bunganya hanya sekitar 4-6 persen. "Pemerintah harus menjelaskan dengan jujur, dari mana sumber dana BLT?" tegasnya seraya bertanya.
Diterangkan Jackson, selama pemerintahan SBY-JK dari tahun 2004-2009, utang luar negeri mencapai Rp 400 triliun. "Kami prihatin, uang BLT ternyata dari utang luar negeri dengan bunga yang sangat besar," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, program BLT yang diambil dari dana pinjaman luar negeri, di masa mendatang jumlahnya makin besar karena bunganya secara tak langsung akan dibebankan kepada rakyat. "Ini bukan mengentaskan kemiskinan, tapi malah menambah kemiskinan khususnya bagi generasi di masa mendatang," tandasnya.
Jackson juga menyatakan, program BLT yang dilakukan pemerintahan saat ini, dinilai sebagai pembodohan dan menambah kemiskinan. "Jangan sampai bangsa Indonesia masuk ke jurang kemiskinan. Ini adalah musuh kita bersama," pungkasnya. (sihc/sdtc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih