-YOGYAKARTA — Calon presiden Megawati Soekarnoputri memborong batik milik salah seorang pengusaha batik terkenal H Hamzah di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (23/6). Megawati terlihat asyik memilih dengan teliti berbagai corak batik yang diminatinya di Toko Mirota Batik milk H Hamzah ini.
Beberapa baju batik, termasuk beberapa helai kain batik yang disukainya kemudian dibeli. Megawati, saat membeli batik, ditemani oleh putrinya, Puan Maharani; mantan Memperindag, Rini Sumarno; dan beberapa petinggi PDI Perjuangan yang lain.
Megawati rupanya tak ingin menyia-nyiakan waktunya, singgah di kota kelahirannya ini. Sebelum memborong batik, dengan wajah sumringah, sambil melambai-lambaikan tangan, Mega terlihat menyalami warga Yogyakarta yang kebetulan melihat dirinya naik andong.
Beberapa warga Yogya lain mengikuti andong yang ditumpangi Megawati hingga berhenti di depan toko Mirota Batik yang letaknya berada di seberang Pasar Bringharjo. Rupanya, batik khas H Hamzah ini sudah menjadi langganan Megawati.
Dalam setiap kesempatan, kata salah seorang penjaga toko batik milik H Hamzah, Mega suka menyempatkan waktu membeli batik kesukaannya. "Saya juga melihat, sekarang ini anak muda mulai trendi memakai batik. Model-modelnya lucu, praktis," kata Megawati saat dimintai tanggapannya.
Mega sempat mengungkapkan kecemasannya atas makin berkurangnya perajin batik saat ini. "Regenerasi perajin batik kelihatannya berkurang, tidak sesuai kehendak para pengusaha batik. Ini yang harus diperbaiki," harapnya.
Sebelumnya, Megawati melakukan kampanye di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di Gedung Olahraga (GOR) Tribakti, Magelang. Dalam orasinya, tanpa terlihat lelah, Megawati kembali mengingatkan kepada para pendukungnya untuk tidak salah memilih.
"Jangan memilih pemimpin seperti memilih kucing dalam karung. Waktu lima menit untuk menentukan nasib bangsa selama lima tahun," ujar Megawati.
Sebelum berkampanye di Kota Megelang, Mega bersama rombongan sempat singgah di warung makan dengan ornamen khas Yogya bernama 'Pecel Organik' untuk bersantap siang. Makanan yang disajikan, menurut Mita, salah seorang putri pemilik warung Pecel Organik, bahan pecel yang disajikan, saat ditanam, tidak menggunakan pestisida.
Hampir setiap perjalanannya, termasuk perjalanan dalam rangka berkampanye, menyusuri wilayah selatan pulau Jawa sejak Sabtu (20/6), Mega selalu melepas lelah sambil makan siang sekaligus menunaikan shalat Zuhur maupun shalat Ashar. (sihc/skoc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih