-BANYUMAS — Calon presiden Megawati Soekarnoputri mengadakan kontrak politik dengan petani Banyumas, Jawa Tengah, saat kampanye di wilayah ini, Senin (22/6).
Dalam kontrak politik itu, Megawati menjanjikan akan meningkatkan anggaran pembangunan pertanian dalam APBN apabila terpilih sebagai presiden periode 2009-2014 dalam pemilihan umum ini.
Kampanye yang dihadiri ribuan simpatisan pasangan Megawati-Prabowo itu digelar di areal lapangan Bendung Gerak Serayu. Massa datang dari wilayah Banyumas dan sekitarnya, seperti Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Kehadiran Megawati tanpa didampingi calon wakil presidennya, Prabowo Subianto.
Kontrak politik dalam kegiatan kampanye itu ditandatangani 21 perwakilan kelompok tani dari wilayah Banyumas dan sekitarnya, serta oleh Megawati sendiri, dan disaksikan ribuan kader dan simpatisan capres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya itu.
Selain peningkatan anggaran untuk pertanian, Megawati juga menyatakan bersedia memenuhi 10 butir kesepakatan, yaitu menjamin ketersediaan dan pendistribusian benih dan pupuk bersubsidi, mengembangkan pertanian ramah lingkungan, kredit murah dan mudah untuk petani, serta menjamin penjualan hasil pertanian dengan harga layak.
Megawati juga menjanjikan perlindungan petani dan produk pertanian Indonesia, perbaikan jalan desa dan irigasi pertanian, menjamin ketersediaan alat produksi pertanian, pembentukan koperasi dan badan usaha milik desa, pelestarian hutan, serta reformasi agraria.
"Keadaan saat ini masih dirasakan adanya ketidakadilan. Petani menjadi bagian masyarakat terlemah karena tak adanya jaminan ketersediaan sarana, penelitian, kredit produksi dan penanaman modal, pengolahan serta jaminan pemasaran produk pertanian," ujar Megawati.
Dalam kesempatan itu, Megawati juga mengajak kader dan simpatisannya memilih calon presiden dan wakil presiden secara cerdas dalam Pemilu 2009 ini. Pengalaman pilpres tahun 2004 hendaknya menjadi cermin, siapa figur yang pantas dipilih.
Dia juga menagih janji kader dan simpatisannya di Jateng yang pernah mengalihkan suaranya pada Pilpres 2004 lalu ke capres yang lain. "Sekarang kalian tahu buktinya, kan. Semuanya hanya janji-janji," ujar dia. (sihc/skoc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih