coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Minggu, 01 Februari 2009

Yusron: Presiden Tak Perlu Panik

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA — Wakil Ketua Komisi I DPR RI Yusron Ihza Mahendra menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak panik dalam menyambut pelaksanaan Pemilu 2009. Meski mencium adanya sinyalemen tentang kampanye "ABS" (Asal Bukan S), Yusron mengharapkan sinyalemen tersebut bukan menjadi sesuatu yang menggusarkan. Bahkan, dia menilai bahwa seharusnya diabaikan saja.
Yusron mengatakan, kepanikan dan rasa kurang percaya diri ditunjukkan SBY saat mengumpulkan petinggi TNI/Polri pada Kamis (29/1) lalu. Pengumpulan yang dilakukan guna memperoleh penegasan dan meyakinkan diri tentang sikap netralitas TNI/Polri terhadap politik praktis, lanjutnya, mungkin merupakan langkah yang didasari niat baik.

"Akan tetapi, langkah ini dapat memberi kesan bahwa Presiden panik dan kurang percaya diri. Adanya sinyalemen tentang kampanye "ABS" (Asal Bukan S) seperti yang disebutkan Presiden seharusnya bukan menjadi hal yang menggusarkan dan sebaiknya diabaikan," ungkap Yusron kepada Persda, Jumat (30/1).

Saran yang diberikan Yusron bukannya tanpa alasan. Hal itu mengacu pada pengalamannya saat menjadi orang nomor sembilan dalam Tim Resmi Kampanye SBY-JK pada tahun 2004. Waktu itu, kata Yusron, beredar kampanye ABM (Asal Bukan M). M yang menjadi sasaran kala itu, tidak menggubris rumor tersebut.

"M yang jadi sasaran kala itu, toh tenang-tenang saja. Kampanye-kampanye miring seperti itu merupakan hal yang lazim terjadi dan tidak perlu dipusingkan," tegas pria yang mengaku sedang berada di Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Sementara itu, sehubungan dengan netralitas TNI/Polri, Yusron yakin bahwa kedua lembaga tersebut memiliki komitmen yang mutlak. Dan komitmen itu telah terbukti dalam Pemilu dan Pilpres 2004. Sebagai orang yang dalam 10 besar tim resmi kampanye SBY-JK, adik kandung Yusril Ihza Mahendra itu melihat bahwa saat itu TNI/Polri tetap netral. Bahkan, termasuk tidak berpihak kepada SBY-JK.

"Sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan, saya memuji sikap TNI/Polri ini. Dalam sidang-sidang kami dengan Dephan/Mabes TNI dan bahkan juga dengan Kapolri, kami sering mengonfirmasi masalah netralitas ini dan kami mendapat kesan TNI/Polri tetap konsisten," ujarnya.

Ditambahkan Yusron, TNI/Polri adalah penjaga ketertiban negara. Karena itu, sudah pas jika mereka merelakan untuk tidak menggunakan hak pilih yang membuatnya tidak terlibat sebagai pemain. DPR sendiri, yang salah satu tugasnya mengontrol jalannya pemerintahan, tentu akan terus mengamati sikap TNI/Polri terhadap politik. "Karena itu, Presiden tidak perlu merasa terlalu cemas," imbuh Yusron. (sihc/skoc)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda