coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 04 Februari 2009

Sutiyoso: Pernyataan ABS Yudhono Bercabang

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta yang mencalonkan diri sebagai presiden, Sutiyoso, tak percaya tentara nasional Indonesia (TNI) bersikap tak netral dalam Pemilihan Umum 2009. Menurut dia, TNI telah banyak berubah dan berusaha selalu netral sejak Reformasi.

“Saya percaya seratus persen institusi TNI akan menjaga netralitas. Kalaupun ada yang tak netral, itu hanya oknum,” kata Sutiyoso di ruang kerjanya di Sutiyoso Center, Jakarta, Selasa (3/2) malam.

Kalau memang ada perwira TNI tak netral, kata dia, lebih baik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung memanggil perwira tersebut. Presiden memiliki kewenangan memanggil karena menjadi panglima tertinggi. “Tak perlulah soal ini diumumkan ke publik. Cukup diselesaikan di kalangan internal TNI daripada menimbulkan polemik di masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Yudhoyono menyatakan kegusarannya tentang rumor perwira TNI dan Kepolisian yang tak netral dalam Pemilihan 2009. Presiden mengatakan beredar isu adanya perwira TNI dan Kepolisian menyebar isu “ABS” atau “asal bukan calon presiden berinisial S” .

Sutiyoso menilai pernyataan Yudhoyono bercabang. Pasalnya, di satu sisi Presiden mengatakan ada rumor ABS namun di sisi lain Presiden menyatakan tak percaya isu itu. “Dia (Yudhoyono) orang Jawa, biasa bercabang,“ ujarnya.

Mantan Pangdam Jaya ini mengaku tak gusar dengan pernyataan Yudhoyono. Ia pun mengaku tak merasa menjadi tersangka atas ucapan Presiden. “Saya kira isu itu untuk perwira TNI yang masih aktif,” ujar Sutiyoso.

Sutiyoso membenarkan di tim suksesnya ada sejumlah pensiunan TNI dan Kepolisian. Misalnya, tim suksesnya dipimpin oleh Sarwan Hamid. Tapi keterlibatan pensiunan TNI dan Kepolisian tak berpengaruh apapun terhadap netralitas TNI. “Kami berkomitmen terhadap republik ini. Kalau kami mendatangi adik-adik militer yang masih aktif, malu kami,” ujarnya.

Meski demikian, Sutiyoso mengakui keterlibatan pensiunan TNI dan Polri di tim suksesnya bisa mempengaruhi anggota keluarga TNI dan Kepolisian. “Sangat wajar kalau mantan anak buah kami mendukung dan menyarankan keluarganya memilih kami,” ujarnya.

Yasin Tolak Komentari ABS

Muhammad Yasin, purnawirawan yang disebut-sebut menjadi tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat Pemilihan Presiden 2004, menolak berkomentar tentang ABS atau "asal bukan calon presiden berinisial S". "Saya tidak mau berkomentar," ujar Muhammad saat dihubungi Tempo ke telepon selulernya, Selasa (3/2).

Pendiri Barisan Nasional yang juga mencalonkan diri sebagai presiden ini juga menolak berkomentar tentang pernyataan pengamat militer dari Universitas Indonesia Andi Widjajanto. "Saya juga tidak mau komentar," ujarnya.

Kamis pekan lalu saat rapat pimpinan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia di Istana Negara, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggatakan bahwa dia mendapat info ada perwira dari TNI Angkatan Darat yang mengkampanyekan ABS atau "asal bukan calon presiden S". Walau kemudian, dia mengatakan bahwa dia tidak mempercayai hal itu.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Agustadi Sasongko Poernomo meresepons pernyataan tersebut dengan menggelar penyelidikan untuk memastikan kebenarannya.

Pengamat militer Andi Widjajanto mengkritik pedas pernyataan Presiden Yudhoyono itu. Menurutnya, sekarang Yudhoyono sedang menerima karma karena pada Pemilihan Presiden 2004 dia melanggar netralitas TNI. Andi menilai pelanggaran itu dilakukan Yudhoyono dengan menggunakan Muhammad Yasin, seorang perwira tinggi aktif di TNI AD. Menurut Andi, dengan jaringan teritorial Angkatan Darat, Yasin mengumpulkan suara signifikan untuk pemenangan Yudhoyono lima tahun lalu. (sihc/stic)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda