-MEDAN - Ketua Umum DPP Partai Golkar, HM. Jusuf Kalla mengirimkan karangan bunga dan mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya H. Abdul Aziz Angkat Ketua DPRD Sumatera Utara di Medan, Selasa [03/02].
Pantauan di kediaman Abdul Azis di.Jalan Eka Rasmi di Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, karangan bunga berupa papan bunga milik Jusuf Kalla yang terpampang di rumah duka itu berukuran besar.
Selain papan bunga HM. Jusuf Kalla yang juga Wakil Presiden, juga kelihatan papan bunga Ketua DPP Partai Golkar Ali Wongso H Sinaga, Gubernur Sumut H. Syamsul Arifin, Wakil Gubernur Sumut H. Gatot Pujo Nugroho, Ketua KONI Sumut Gus Irawan Pasaribu, Rektor Unimed Prof Syawal Gultom dan papan bunga lainnya.
Hingga pukul 21.00 WIB ini, para pejabat, kepala dinas, pimpinan parpol, pengusaha yang telah mengirimkan papan bunga atas wafatnya H, Abdul Azis Angkat telah mencapai puluhan jumlahnya. Diperkirakan hingga, Rabu, (4/2) papan bunga yang berukuran besar itu mencapai ratusan jumlahnya.
Bahkan, akibat membludaknya papan bunga yang berada di pinggir Jalan Ekarasmi atau sekitar lebih kurang 12 Km arah Selatan Kota Medan, beberapa warga terpaksa harus memindahkan sejumlah papan bunga dari berbagai jenis dan ukuran itu ke lokasi yang kosong, agar tidak sampai menggangu masyarakat yang akan melayat ke rumah duka.
Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat meninggal dunia setelah menjadi bulan-bulanan dalam aksi unjuk rasa anarkis yang dilakukan para pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) di gedung dewan, Selasa siang.
Ia sempat dievakuasi petugas dari ruang rapat paripurna DPRD Sumut ketika massa pendukung Protap “menyerbu” ruang rapat paripurna. Pada saat itu tengah berlangsung rapat paripurna dewan dengan agenda pembahasan Ranperda Pengelolaan Keuangan Daerah.
Aziz Angkat yang kemudian diamankan di ruangan Fraksi Partai Golkar terus dikejar dan menjadi bulan-bulanan massa. Di ruangan itu Aziz masih sempat ditarik-tarik dan bahkan dipukuli massa. Ia kemudian terkapar tak berdaya dan dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. (sihc/sbsc)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih