Selasa, 03 Februari 2009

Karma 2004: Yudhoyono Terancam Kehilangan Dukungan TNI

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terancam kehilangan kantong suara dari jaringan teritorial TNI Angkatan Darat. Alasannya, Muhammad Yasin yang pernah menjadi tim sukses Yudhoyono saat ini mendeklarasikan sebagai calon presiden saingan Yudhoyono. "Itu karma SBY karena melanggar netralitas TNI pada pemilu 2004," kata pengamat militer Andi Widjajanto, saat dihubungi, Senin (2/2).

Sinyalemen adanya oknum TNI yang tidak netral disampaikan Presiden Yudhoyono saat memberi pengarahan kepada pimpinan TNI/Polri di Istana Negara pekan lalu. Andi mengatakan Letnan Jenderal (purn) Muhammad Yasin dengan jaringan teritorial Angkatan Darat mengumpulkan suara signifikan untuk pemenangan Yudhoyono lima tahun lalu. Saat itu, Yasin masih menjabat perwira tinggi aktif di TNI Angkatan Darat.

Menurut dia, Yasin yang memimpin Barisan Nasional mengkoordinasikan sejumlah perwira aktif untuk pemenangan Yudhoyono. Sayangnya, Yudhoyono tak memberi jabatan apa pun pada Yasin selama lima tahun terakhir. "Dia memang pernah diusulkan sebagai Kasum TNI, Kasad, dan Menteri Dalam Negeri. Tapi tidak tembus semua," ujarnya.

Seminggu setelah pensiun sebagai perwira TNI dengan pangkat terakhir letnan jenderal, Yasin menjabat Ketua Umum Partai Karya Perjuangan. Yasin juga secara terbuka berseberangan dengan Yudhoyono. "Dengan gerakan politik lokal dan jaringan teritorial TNI Angkatan Darat itu sangat penting untuk penggalangan massa," katanya. (sihc/stic)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih