Selasa, 03 Februari 2009

JK Senang Disebut Presiden

* PRESIDENTIAL *
-TOKYO - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla secara bergurau mengaku senang-senang saja kalau ada orang yang salah menyebut dirinya dengan jabatan yang lebih tinggi sebagai Presiden RI.

Sebaliknya ia mengaku akan marah jika ada yang menyebut dirinya dengan jabatan yang lebih rendah. Pasalnya, kesalahan penyebutan jabatan dirinya yang lebih rendah, bisa diartikan bermacam-macam.

"Orang sering slip of the tongue (keseleo lidah), sehingga seharusnya menyebut saya sebagai Wapres, malah menyebut saya sebagai Presiden. "Itu, salah, dan tidak apa-apa. Saya senang-senang saja," ujar Wapres Kalla, sambil terkekeh, saat menimpali kesalahan Duta Besar RI Berkuasa Penuh untuk Jepang Jusuf Anwar, yang menyebut dirinya Presiden, saat bersilaturahmi dengan masyarakat Indonesia di loby lantai dasar Kedutaan Besar RI di Tokyo, Minggu (1/2) malam.

Namun, tambah Wapres Kalla, ia pernah suatu kali terkejut saat menghadiri suatu acara pertemuan para gubernur se-Indonesia. "Jadi, sering salah juga karena acara pertemuan gubernur, saya jadi turun pangkat hehehe... Saya disebut begini, Bapak Wakil Gubernur... hehehe... Saya bisa marah itu, karena bisa bermacam-macam artinya seperti merendahkan saya," lanjut Wapres Kalla dengan masih tersenyum-senyum.

Meskipun secara berseloroh Wapres Kalla juga sudah menjawab soal keselo lidah itu di penjelasan awalnya, toh beberapa warga Indonesia yang menghadiri acara tersebut dan menjadi penanya, masih saja mendoakan dan mendukung Wapres Kalla untuk menjadi Presiden RI di masa datang.

Menjawab dukungan dan doa warga Indonesia agar dirinya bisa menjadi presiden, Wapres Kalla akhirnya berkata, "Kalau soal yang satu lagi (presiden) yang belum sampai, itu urusan lain. Akan tetapi, saya sudah terpenuhi (jadi Wapres). Sudah cukup . Wapres juga bagus hehehe... Kalau jadi Wapres enak, bisa jalan-jalan. Kalau jadi Presiden tidak, lanjutnya," sambil tersenyum.

Sebelumnya, saat membuka acara pertemuan masyarakat Indonesia yang tinggal di Tokyo dengan Wapres Kalla, Jusuf Anwar salah menyebut Wapres menjadi Presiden Kalla. Saat Jusuf Anwar keseleo lidah menyebut dirinya Presiden, Wapres Kalla hanya tertawa. Sejumlah undangan yang hadir ada yang ikut bertepuk tangan memperkuat kesalahan penyebutan jabatan tersebut oleh Pak Dubes. (sihc/skoc)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih