-JAKARTA - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono provokatif karena menyampaikan rumor adanya ketidaknetralan TNI dalam pemilihan umum kepada publik. "Kalau memang ada, siapa orangnya harus disebut," katanya saat dihubungi Tempo, Minggu (01/02).
Dalam pengarahannya kepada para pemimpin TNI/Polri di Istana Negara, Kamis pekan lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan sempat mendengar rumor bahwa ada petinggi TNI yang bersikap tidak netral. Meski Presiden tidak mempercayai rumor tersebut, Fadli Zon menilai pernyataan itu membuat para petinggi TNI saling curiga. "Itu provokasi," kata Fadli.
TNI/Polri, Fadli Zon melanjutkan, tak lagi memiliki kekuatan politik karena itu tak mungkin ikut campur dalam pemilihan umum. Kalaupun ada yang bisa memanfaatkan TNI untuk tidak netral dalam pemilu, kata Fadli Zon, yang paling mungkin melakukannya adalah penguasa sendiri. "Ini politik pencitraan, seolah-olah dia sedang dikepung," kata Fadli.
Fadli Zon juga membantah tudingan para calon presiden dari latar belakang militer akan menggunakan pengaruhnya untuk memengaruhi TNI. Tudingan tersebut dilontarkan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mahfudz Siddiq. Menurut Fadli, tudingan tersebut tak beralasan karena purnawirawan tak lagi bisa memberikan komando. "Purnawirawan tidak punya hak apapun terhadap komando," kata Fadli.
Partai Gerakan Indonesia Raya kemungkinan akan mengusung mantan Komandan Jenderal Kopassus Prabowo Subianto sebagai kandidat presiden dalam pemilihan presiden dan wakil presiden. (sihc/stic)
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih