coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 03 Desember 2008

Wapres Minta Masyarakat Tak Khawatirkan Dampak Krisis

* PRESIDENTIAL *
-BATAM - Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengatakan agar masyarakat jangan terlalu khawatir dengan dampak krisis global karena sebenarnya krisis di Indonesia saat ini hanya ada di pikiran."Kita tak perlu khawatir amat dengan ekonomi kita, karena yang terjadi pikiran kita saja yang sulit," kata Wapres saat membuka Rakernas IV Hidayatullah di Batam, Kepri, Selasa.

Rakernas IV Hidayatullah akan berlangsung dari 2 hingga 4 Desember 2008 dengan tema "Membangun Kualitas Pemimpin Umat". Rakernas diikuti sekitar 400 peserta dari 33 propinsi dengan 285 DPD kabupaten/kota.

Wapres menjelaskan, saat ini banyak orang mengeluhkan adanya penurunan harga berbagai komoditi. Wapres mengakui jika dibandingkan dengan harga pada awal Januari 2008 dengan saat ini memang terjadi penurunan.

"Namun jika dibandingkan dengan harga tahun 2006 masih di atasnya. Jadi yang benar saat ini harga kembali ke normal tahun 2006," kata Wapres.

Wapres memberikan contoh harga Jagung pada 2006 berkisar Rp1.000 per kg dan kemudian pertengahan 2008 naik menjadi Rp3.000 per kg. Namun saat ini menurun menjadi Rp1.200 per kg. Artinya, tambah Wapres, masih naik di atas harga 2006. Begitu pula dengan harga kelapa sawit.

"Yang benar itu kembali ke harga normal. Jadi yang sulit itu pikiran kita saja," kata Wapres.

Karena itu, Wapres meminta para kader Hidayatullah untuk tetap berjuang dan optimis untuk berdakwah memakmurkan masyarakat. Wapres mengakui Hidayatullah menjadi salah satu ormas yang begitu cepat perkembangannya.

Hidayatullah, tambah Wapres, memiliki militansi dalam berdakwah.

"Ini dibutuhkan kepeloporan. Dan kepeloporan itu perlu keberanian. Dai-dai Hidayatullah saya ibaratkan seperti pasukan Kopassus. Modal satu ransel, pulang menang," kata Wapres yang disambut tepuk tangan peserta.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Hidayatullah Abdul Mannan mengatakan awal berdiri ormas ini dari gagasan seorang pemuda asal Sulawesi Selatan Abdullah Said.

Gagasan itu kemudian berkembang dengan mendirikan yayasan. Namun pada tahun 2000 berubah dari yayasan ke organisasi masa dengan visi "Terbangunnya peradaban Islam".

Salah satu program unggulan Hidayatullah saat ini adalah Gerakan Dakwah Mengajar dan Belajar Alquran (Grand MBA). (sihc/sadc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda