coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 03 Desember 2008

Sutiyoso Temukan Metode Atasi Krisis

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Bakal Calon Presiden dari Partai Indonesi Sejahtera (PIS), Sutiyoso mengaku telah menemukan metode yang paling tepat untuk mengakhiri krisis yang berkepanjangan, karena dia telah mempelajarinya dari negara-negara yang juga pernah mengalami hal yang relatif sama dengan Indonesia. “Saya sudah belajar banyak dari negara-negara yang pernah mengalami krisis. Dengan sumber daya alam yang kita miliki, akan menjadi mudah untuk keluar dari krisis,” ujar Sutiyoso usai menerima Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexander Ivanov di Bang Yos Center (BYC), Jakarta, Selasa (2/12).

Sutiyoso mengatakan, diperlukan seseorang yang bisa mengelola SDA itu dengan benar. Dia belajar dari Rusia sebagai negara yang pernah besar kemudian jatuh di era Perestroika dan Glasnost dan kini bangkit lagi. “Dulu Indonesia di era kerajaan juga pernah menjadi negara kuat, namun tidurnya terlalu lama sampai sekarang. Oleh karena itu kini saatnya Indonesia menjadi negara kuat. Ini hanya bisa terjadi bila Indonesia dipimpin oleh presiden yang kuat, tegas dan teruji,” ujar Sutiyoso.

Selain Rusia, dia juga mengaku telah belajar dari China dan India yang benar-benar menjadi negara baru yang kuat di segala bidang. Ketika jadi gubernur dia memiliki hubungan baik dengan seluruh duta besar Negara sahabat yang ada di Jakarta dengan memberikan layanan yang baik kepada mereka. “Itu saya lakukan agar mereka bisa memandang kita sebagai negara yang baik dan aman. Dari hubungan baik inilah saya banyak belajar, bagaimana negara-negara sahabat itu memecahkan masalah-masalah mereka,” tegas Sutiyoso.

Menurut dia, krisis global ini akan menjadi momentum bagi negara seperti Rusia, Cina dan India. Mereka akan menarik keuntungan dari krisis ini, karena mereka memiliki landasan yang kuta dalam menghadapi krisisi. Ini berbeda dengan negara yang tidak siap yang tidak bisa memanfaatkan kekuatannya.

Sutiyoso mengaku dengan modal hubungan baik yang telah terbina sejak menjabat Gubernur DKI Jakarta dulu, maka kalau terpilih nanti menjadi presiden tentu kerjasama itu bisa ditingkatkan untuk mengakhiri krisis.

Sementara itu Alexander Ivanov sendiri mengakui bahwa Pemerintah Rusia selama ini sudah memiliki hubungan yang baik dengan Sutiyoso sejak dirinya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kunjungannya ke BYC hanya untuk melanjutkan hubungan baik itu dengan Sutiyoso. “Kunjungan saya hanya untuk melanjutkan hubungan baik yang sudah terjalin selama ini antara kami dengan Sutiyoso,” kata Alexander Ivanov.

Ketika ditanyakan apakah kunjungannya untuk memberikan dukungan kepada Sutiyoso sebagai salah satu calon presiden alternatif yang diinginkan oleh Rusia untuk bisa menyaingi dominasi Barat di Indonesia, Ivanov mengatakan tidak. “Kami sama sekali tidak membicarakan mengenai dukung mendukung untuk pencapresan. Kami hanya membicarakan bagaimana membuat satu arsitektur baru perekonomian dunia untuk bisa keluar dari krisis yang melanda dunia saat ini. Saya juga sekaligus ingin meng-up date informasi mengenai Rusia saat ini kepada Sutiyoso,” tegasnya. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda