-JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Machfudz Sidik menyatakan duet Hidayat Nur Wahid dan Sri Sultan Hamengkubuwono X kurang ideal. "Kurang merepresentasikan Indonesia," katanya ketika dihubungi Ahad (12/12).
Sultan yang asli Yogyakarta dan Hidayat Nur Wahid asal Klaten, Jawa Tengah (sebelah timur Yogyakarta) menurut Machfud akan menampilkan pasangan yang bertetanggaan. Kondisi ini tidak cocok dengan karakteristik pemilih di Indonesia. Namun secara figur, lanjutnya kedua tokoh tersebut mempunyai rekam jejak yang mumpuni.
Pertemuan Sultan dan Hidayat dalam Pembukaan Festival Wayang di Yogyakarta diakui Machfudz hanya sebatas pertemanan. "Pak Hidayat kalau pulang (ke Klaten), beberapa kali mampir ke Sultan," katanya. Hidayat datang sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat maupun sebagai pribadi.
Riwayat pertemuan ini diamini pula oleh Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Tifatul Sembiring yang dihubungi terpisah. "Hanya silaturahmi biasa, mereka memang sering bertemu sebelumnya," ucap dia.
Machfudz menyatakan meski popularitas Hidayat naik, tapi belum ada kepastian pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung partainya. Ia mengakui sudah ada komunikasi awal dengan beberapa partai. "Tapi belum mengerucut ke pemilihan presiden."
Partainya saat ini masih berkonsolidasi untuk mencapai target legislatif. Namun sembari mencapai legislatif, tak dimungkiri Machfudz masukan pasangan presiden juga terus dikembangkan di PKS. (sihc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih