-JAKARTA - Komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pemberantasan korupsi tidak perlu diragukan. Meski besannya Aulia Pohan ditahan oleh KPK, tampaknya tidak sedikitpun pembelaan yang diberikan orang nomor satu di Indonesia itu.
Demikian dikatakan politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana, saaat dihubungi Senin [1/12], menanggapi penahanan mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan kemarin (Kamis, 27/11) oleh KPK. Seperti diketahui Aulia ditahan bersama dengan tiga deputi gubernur BI lainnya.
Sutan mengatakan, sejak awal Presiden Yudhoyono memegang komitmennya dalam pemberantasan korupsi dan hal itu telah dibuktikan. Di mata beliau, ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR itu, semua orang sama di mata hukum. Presiden Yudhoyono, menurut Sutan, telah menunjukkan ke rakyat bahwa siapapun yang telah merugikan keuangan negara harus disikat, baik lurah, pejabat negara maupun kerabat sekalipun.
Ia menambahkan, langkah Presiden Yudhoyono pantas diberikan penghargaan atas keberanian dan komitmennya dalam pemberantasan korupsi. Apalagi sepanjang sejarah baru pertama kali seorang presiden di negeri ini membiarkan besannya dijebloskan ke penjara.
“Kalau Bung Karno dijadikan Bapak Kemerdekaan, Pak Harto Sebagai Bapak Pembangunan, alangkah eloknya Pak SBY diberi gelar sebagai Bapak Pemberantasan Korupsi di Indonesia,” kata calon legislatif dari daerah pemilihan Sumut I itu.
Secara terpisah, kolega Sutan di DPR, Tri Yulianto enggan berkomentar soal pemberian gelar tersebut. Rakyat, kata dia, punya hak untuk menilai pantas atau tidak Presiden Yudhoyono mendapat gelar Bapak Pemberantasan Korupsi. “Soal pemberian gelar tersebut serahkan saja ke rakyat untuk menilainya,” kata anggota Komisi Hukum DPR itu. (sihc/sbsc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih