coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Selasa, 02 Desember 2008

Presiden Jamin Tak Kurangi Anggaran Pertanian

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjamin dampak krisis keuangan global yang melanda Indonesia tidak akan mempengaruhi anggaran pertanian dalam APBN 2009.
Di hadapan para penyuluh pertanian pada acara jambore dan festival karya penyuluhan pertanian II di Cibodas, Jawa Barat, Minggu, Presiden menegaskan anggaran pertanian dalam APBN 2009 tetap Rp33 triliun.

"Tahun lalu subsidi untuk pertanian Rp29 triliun. Untuk subsidi tahun depan, meski ada krisis keuangan global tetap Rp33 triliun," tuturnya.

Presiden menjelaskan, anggaran pertanian sebesar Rp33 triliun pada APBN 2009 antara lain untuk subsidi benih, pupuk, dan irigasi.

Dalam pidatonya Presiden Yudhoyono kembali menyatakan komitmen pemerintah untuk menjadikan Indonesia berswasembada beras.

Presiden berterimakasih atas peran petani dan para penyuluh yang telah bekerjakeras sehingga rata-rata kenaikan produksi beras di Indonesia selama empat tahun terakhir mencapai lima persen.

Jambore dan festival karya penyuluhan pertanian II di Cibodas diikuti sekitar 4.500 penyuluh dari seluruh Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan laporan para petani tentang peran aktif para penyuluh yang membantu mereka mengatasi masalah produksi pertanian.

Salah satu petani di Sumatera Barat, menurut Presiden, mengirim pesan pendek ke nomor pengaduan masyarakat 9949 yang menyampaikan peran aktif penyuluh di desanya.

Pupuk Bersubsidi

Presiden juga meminta seluruh aparat daerah mengawasi peredaran pupuk bersubsidi di wilayah masing-masing.

Presiden meminta para gubernur, walikota/bupati, sampai kepala desa untuk memastikan pupuk bersubsidi tepat sasaran.

"Pupuk bersubsidi harus tepat pada sasarannya. Tidak boleh penerima pupuk subsidi itu adalah perusahaan dan lain sebagainya," ujarnya.

Presiden juga menyampaikan, kepala daerah bertanggungjawab atas gagal panen dan masalah pertanian yang timbul di wilayahnya.

Kepala daerah, lanjut presiden, harus selalu turun ke bawah untuk menyelesaikan masalah di wilayah masing-masing, bukan justru melempar masalah ke atas. "Seorang pemimpin harus menuntaskan masalah di daerahnya masing-masing," ujar Presiden.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan dalam laporannya mengatakan, tidak seperti di daerah lain, di Jawa Barat tidak terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi dan persediaan pupuk cukup hingga Desember.

Namun pernyataan Achmad Heryawan itu spontan ditimpali dengan teriakan "Bohong" dari para penyuluh pertanian.

Untuk meredakan keadaan, beberapa Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) langsung duduk di antara para penyuluh.

Salah seorang penyuluh pertanian asal Jawa Barat mengatakan, saat ini di Jawa Barat terjadi kelangkaan pupuk jenis Phonska, sedangkan pupuk urea bersubsidi sangat terbatas sehingga sulit didapatkan. (sihc/sadc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda