coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Senin, 08 Desember 2008

Penurunan Premium Strategi Kampanye Yudhoyono Dibantah

* PRESIDENTIAL *
-KEDIRI - Ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, membantah keputusan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurunkan harga bahan bakar minyak jenis premium bagian dari strategi kampanye Yudhoyono. Harga bensin per 1 Desember lalu turun Rp 500 per liter, dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500. Yudhoyono memastikan diri akan tampil kembali dalam Pemilihan Presiden 2009.

"Penurunan itu murni untuk kepentingan rakyat dan memenuhi hajat hidup kita semua, bukan untuk kepentingan politik," kata Anas sehabis mengikuti salat Idul Adha di Masjid Jami Al Huda, Ngadirejo, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (8/12).

Anas meminta Pertamina memberi sanksi kepada distributor bahan bakar minyak yang terlibat dalam kelangkaan sepekan terakhir paskaturunnya harga premium. Menurut dia, Pertamina harus bertindak tegas karena stok premium di sejumlah pompa bensin disinyalir akibat jalur distribusi yang tersumbat. "Seharusnya semua pihak mendukung kebijakan penurunan harga BBM," ujar dia.

Menurut dia, sistem distribusi perlu mendapat pemantaun serius dari Pertamina. Sangat aneh, ketika harga turun justru premium langka di pasaran. "Logikanya premium langka saat harganya naik. Ini harganya turun kok malah langka. Pertamina harus bertindak tegas dengan memberi sangsi pada distributor," kata Anas.

Habisnya stok premium di beberapa pompa bensin bukan akibat distribusi. Tapi, dipicu oleh pemilik stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang tidak mengajukan pemesanan ke Pertamina sebelum 30 November. Alasannya, jika order premium sebelum tanggal itu, margin yang dikeruk pemilik pompa bensin berkurang.Masa transisi ini yang kurang diantisipasi pemerintah.

Pertamina Regional Jawa Tengah dan Yogyakarta, misalnya, terpaksa nomboki Rp 80 per liter dulu untuk margin yang dijanjikan pemerintah kepada pemilik pompa bensin sebesar Rp 160 per liter. Surat edaran margin ini diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. "Kami menunggu surat itu, " ujar Heppy Wulansari, Asisten Manager External Relation PT Pertamina Regional Jawa Tengah dan Yogyakarta, Senin (8/12). (sihc/stic) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda