coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Selasa, 02 Desember 2008

Pemimpin Berkualitas Tak Ditentukan Banyaknya Pendukung

* PRESIDENTIAL *
-YOGYAKARTA - Persyaratan 20 persen perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat untuk bisa maju sebagai calon presiden dinilai berat oleh Wiranto. Menurut Ketua Umum Partai Hanura itu angka persyaratan itu terlalu tinggi dan mengambil hak rakyat untuk memilih pemimpinnya.

”Pemimpin terseleksi melalui persyaratan kualitas, bukan persyaratan banyaknya dukungan,” tandas Wiranto menjawab pertanyaan wartawan seusai acara debat dengan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada, Senin (1/12).


Persyaratan kualitas yang dimaksud Wiranto di antaranya adalah rekam jejak (track record), pemahaman kebangsaan serta solusi untuk menyelesaikan masalah negara. ”Hal-hal itu bisa dimasukkan sebagai proses seleksi dari sisi kualitas, jangan dari sisi dukungan. Dukungan itu hak rakyat,” tegasnya.


Sebuah peraturan perundangan, kata Wiranto, hendaknya tidak bertentangan dengan hak asasi masyarakat. Di era demokrasi seperti saat ini, kata dia, rakyat diberikan hak penuh untuk memilih pemimpin sebagai salah satu hak asasi. ”Jangan sampai hak itu dikebiri dengan satu peraturan hanya demi kepentingan politik tertentu,” ujarnya.


Wiranto akan mengajukan judicial review terhadap Undang-Undang Pemilihan Presiden jika sudah dicantumkan dalam lembaran negara. Menurut dia, sejumlah partai politik siap bergabung untuk mengajukan uji undang-undang tersebut.


Sebaliknya, Wiranto justru sepakat dengan persyaratan paliamentary treshold 20 persen. Persyaratan seperti itu, menurutnya, justru diperlukan untuk penyederhanaan partai politik. ”Partai politik yang banyak ini dalam sistem kabinet presidensiel justru tidak menguntungkan,” kata mantan Panglima TNI ini. (sihc/stic) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda