-JAKARTA - Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) menolak calon presiden daur ulang alias wajah lama pada Pemilu 2009 mendatang. PDP menilai, lebih baik calon-calon baru diberi kesempatan pada pemilu mendatang.
"Kalau kalah ya udah kasih ke generasi baru. Kecuali kalau dikudeta boleh balik lagi. Tapi pemilu kalau sudah kalah kan aspirasi rakyat tidak menginginkan lagi," kata Kordinator Pemimpinan Kolektif Nasional PDP, Laksamana Sukardi, kepada wartawan di sela-sela Rakernas PDP di Hotel Equator, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/12/2008).
Menurut mantan menteri BUMN di pemerintahan Megawati Soekarnoputri ini, jika pemilu mendatang finalisnya adalah Megawati dan SBY, maka pilres tersebut sama dengan lima tahun lalu.
"Buat apa ada pemilu, masa kondisinya tidak berubah," ungkapnya.
Karena itu, ujar Laksamana, pihaknya tidak akan berkoalisi dengan PDIP ataupun Partai Demokrat. PDP adalah partai independen dan siap untuk mengikuti pemilu legislatif dan presiden.
"Kita akan mengusung kader kita sendiri. Pokoknya calon daur ulang tidak musimnya lagi," tandasnya.
Dia menambahkan, PDP mempunyai banyak kader untuk dicalonkan menjadi presiden. Dari segi pengalaman politik, memimpin, dan dalam bidang ekonomi, kualitas mereka cukup baik.
"Kita banyak mempunyai kader partai yang bonafid dan kualitasnya cukup baik. Namun siapa yang kita usung menunggu hasil Rakernas," pungkasnya.
(sihc/sdtc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih