coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Minggu, 30 November 2008

Kasus Aulia Pohan Ujian Terbesar Kenegarawanan SBY

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Al Muzzammil Yusuf, menilai kasus Aulia Pohan menjadi ujian terbesar bagi integritas dan kenegarawanan Presiden SusiloB Bambang Yudhoyono (SBY) dalam membuktikan kampanye dan program anti korupsinya."SBY perlu 'mengendalikan' sikap putera dan menantunya, Agus Harimurti dan Aulia Pohan, untuk menghormati prosedur hukum yang berlaku dalam konteks kunjungan ke rumah tahanan," katanya di Jakarta, Minggu.

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) itu menegaskan dalam hal ini tidak boleh ada pelayanan6pelayanan khusus yang menciderai rasa keadilan publik.

"Ini sepertinya hal kecil, tapi tidak kecil di mata publik," kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR itu.

Karena itu, Ketua Departemen Politik, Pertahanan dan Keamanan DPP PKS itu meminta Presiden SBY yang juga besan dari Aulia Pohan agar tetap mendorong aparat kepolisian, kejaksaan dan para hakim pemegang perkara, serta petugas di di rutan/lapas untuk bertindak profesional.

Kalau SBY sukses dalam menangani masalah ini, lanjutnya, hal ini bisa menjadi satu tonggak dalam sejarah pembrantasan korupsi di Indonesia.

Menurut dia, budaya anti korupsi dan penegakan hukum akan semakin mengkristal dan menjadi bola salju yang akan sulit dibendung pada masa yang akan datang, dalam pemerintahan siapapun.

"Kita juga bisa belajar dari negara-negara tetangga, seperti Hongkong dan Singapura, yang berhasil membangun budaya anti korupsi dalam waktu 20 tahun," katanya.

Reformasi, ujarnya, baru berjalan sekitar 10 tahun, kalau ujian kasus seperti ini bisa dilalui dengan baik, mungkin waktu 15 tahun sudah cukup bagi Indonesia untuk bisa bangkit membangun dengan ditopang budaya anti korupsi yang kokoh.

Ia menambahkan, peran aktif pers dan publik untuk turut mengawasi juga menjadi penting, sehingga perbaikan regulasi berupa UU yang dibahas oleh DPR dan pemerintah yang terkait anti korupsi juga akan dipaksa lebih baik dan pada gilirannya akan bermanfaat optimal.

"Tidak sekedar `macan kertas` karena telah didukung oleh aspek budaya
atau faktor manusianya," ujarnya. (sihc/saci) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda