-MEDAN — Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ny Ani Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono meninjau sentra tahu di Mabar, Medan Deli, Medan, Sumatera Utara, Minggu (21/6).
Kunjungan SBY ke sentra tahu mengawali kampanye di Sumatera Utara. Sentra tahu Mabar mulai beroperasi dan menghidupi puluhan sampai ratusan warga sejak sekitar tahun 1960-an. Perintis usahanya adalah para transmigran dari Pulau Jawa.
Wagimin (37), misalnya, memulai usaha sejak 1999. Sekarang, ia mempekerjakan 10 pekerja di pabrik tahu sederhananya. Meskipun buatan tangan-tangan terampil Indonesia, bahan baku tahu yang menjadi salah satu makanan utama Indonesia ini berasal dari Amerika Serikat.
"Semua dari Amerika kedelainya. Kedelai lokal kadang juga kami pakai, tetapi sulit menjaga kualitasnya," ujar Wagimin.
Sehari, rata-rata Wagimin menghabiskan 400 kilogram kedelai. Merek kedelai yang selalu dipakai adalah "KSN" dan "Soya Bean". Karena tergantung impor, harga tahu tidak bisa dipastikan stabilitasnya.
Tahun 2008 saat harga kedelai naik tinggi, harga tahu juga dinaikkan. "Harga per kotak yang biasa kami jual Rp 44.000 naik menjadi Rp 50.000. Harga bertahan sampai sekarang," ujarnya sambil diarahkan staf konsultan kampanye SBY Fox Indonesia. Tahu Indonesia, rasa kedelai Amerika Serikat.
Kerusuhan dan Huru Hara
Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta masyarakat Medan dan kota-kota lain di seluruh Indonesia untuk tidak melakukan kerusuhan serta huru hara, karena selain menganggu keamanan juga memicu penderitaan rakyat.
"Jangan lakukan kerusuhan dan huru-hara," kata Yudhoyono di Medan, Minggu ketika mengunjungi dua buah pabrik tahu di ibukota provinsi Sumatera Utara itu, saat berkampanye dengan didampingi ibu Ani Yudhoyono dan putranya Edi Baskoro.
Masalah kerusuhan serta huru hara tersebut, ditanggapi seorang pengusaha tahu bernama Wagimin, yang mengatakan sejak Yudhoyono menjadi presiden pada 2004 hingga saat ini tidak ada kerusuhan ataupun huru hara di kawasan pabrik tersebut.
Namun pada Februari lalu di Medan terjadi aksi kekerasan oleh sejumlah warga setempat yang menginginkan segera dibentuknya sebuah provinsi baru hasil pemekaran provinsi Sumatera Utara yang ingin disebut provinsi Tapanuli Utara.
Kerusuhan tersebut, telah mengakibatkan Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Azis Angkat tewas dan juga beberapa pejabat di lingkungan Polda Sumatera Utara harus dicopot.
Capres Yudhoyono, juga meminta warga Medan yang selama ini sering melakukan tindakan premanisme untuk menghentikan ulah tersebut.
"Premanisme hanya akan mengakibatkan rakyat menderita," katanya.
Sementara itu ketika menyinggung bahan baku tahu berupa kacang kedelai yang masih diimpor, Yudhoyono mengatakan pemerintah akan terus berusaha meningkatkan produksi kacang kedelai.
Sebelumnya seorang pengrajin tahu Wiyatno mengatakan setiap bulan ia membutuhkan kacang kedelai dua hingga tiga ton dengan harga kacang kedelai Rp5.600 per kilogram. Namun beberapa waktu lalu harga kedelai impor dari Amerika tersebut pernah melonjak hingga Rp7.000.
Warna Biru Dan Bintang Hilang
Setelah warna biru menghilang dari panggung kampanye SBY-Boediono, saat kampanye di Gelanggang Olahraga Pardede bintang-bintang sebagai penghias panggung kampanye juga menghilang. Sebagai ganti bintang, muncul kotak-kotak, bulat, dan ornamen seperti kaligrafi.
Ornamen itu ditembakkan dengan lampu spot ke seluruh GOR Pardede. Kemudian, sebagai pengganti warna biru yang menjadi warna dominan lain selain merah dan putih, digunakan warna abu-abu. Karpet biru yang biasanya dipakai kini diganti karpet abu-abu. Warna biru hanya sangat terbatas dipakai untuk pijakan panggung segi enam SBY.
"Ada yang mengusulkan agar warna biru dikurangi," ujar seorang staf Fox Indonesia saat kampanye di Medan, Minggu (21/6). Dikuranginya warna biru memakai pertimbangan karena SBY tidak hanya didukung Demokrat, tetapi juga 23 partai politik lain yang warna politiknya beragam.
Dengan dikuranginya warna biru dan bintang dari panggung kampanye, panggung kampanye SBY-Boediono tidak lagi persis panggung kampanye di Amerika Serikat. (sihc/skoc/saci) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih