coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Rabu, 17 Juni 2009

Saling Klaim Keberhasilan Bisa Buka Mata Publik

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menyatakan sah-sah saja jika masing-masing kandidat calon presiden-calon wakil presiden, terutama yang pernah maupun sedang menjabat sebagai incumbent, mencoba mengklaim keberhasilan soal apa yang telah dikerjakannya. Hal itu sepanjang mereka memang melakukan atau terlibat dalam proses pembuatan kebijakannya, walau sesedikit apa pun.

Menurut Ikrar, yang tidak boleh dilakukan adalah jika klaim tersebut berisi kebohongan, dalam artian capres-cwapres itu mengklaim apa yang tidak dilakukannya, atau jika apa yang diklaim berisi hal-hal yang bersifat rahasia negara.

Pernyataan itu disampaikan Ikrar, Senin (15/6), menanggapi aksi saling klaim keberhasilan oleh para kandidat, mulai dari soal pembangunan jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) hingga terkait upaya damai dalam perjanjian (MoU) Helsinki antara Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

"Justru bagus malah dengan aksi saling klaim seperti itu kita sebagai masyarakat jadi bisa tahu dengan jelas bagaimana sebenarnya suatu kebijakan dihasilkan. Bagaimana kinerja dan cara kerja pemerintah saat suatu kebijakan dibuat. Justru bisa membuka mata publik," ujar Ikrar.

Menurut Ikrar, aksi saling klaim macam yang terjadi sekarang adalah sesuatu yang logis ketika presiden dan wakil presiden tidak berasal dari satu partai politik (parpol) yang sama, sementara para kandidat yang muncul sekarang dahulu juga pernah bekerja dalam satu pemerintahan yang sama.

"Jadi susah juga kalau mau dikategorikan apakah aksi saling klaim keberhasilan seperti itu adalah sesuatu yang benar-salah, pantas-tidak pantas, atau etis-tidak etis untuk dilakukan. Lagi pula kan juga memang tidak ada aturan yang melarang aksi saling klaim keberhasilan seperti itu," ujar Ikrar. (sihc/skoc) ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda