-BLITAR - Acara peringatan Haul Bung Karno ke-39 di Kota Blitar semalam digegerkan oleh peringatan ancaman gerakan massa untuk menghancurkan keluarga Bung Karno. Menariknya, peringatan tersebut disampaikan kepada salah satu putri Bung Karno, Rachmawati yang dianggap terlibat dalam gerakan tersebut.
Usai memimpin doa bersama dalam peringatan Haul Bung Karno di Kompleks Makam Bung Karno semalam, pengasuh salah satu pondok pesantren di Kecamatan Sanan Kulon, Blitar, Kyai Marzuki menyampaikan rencana dilakukannya rapat akbar di Gelora Bung Karno Jakarta usai pemilihan presiden mendatang.
“Ijinkan saya mengingatkan rencana rapat akbar di Gelora Bung Karno Jakarta besok. Gerakan mereka bertentangan dengan Syariat Islam yang dikendalikan kekuatan asing untuk menghancurkan ajaran Bung Karno,” kata Kyai Marzuki.
Dia juga meminta kepada Rachmawati untuk bisa menggagalkan gerakan tersebut, dimana menurutnya putri Bung Karno itu terlibat sebagai penasehat. Marzuki menghkawatirkan terjadinya perpecahan nasional jika gerakan tersebut tidak bisa dibendung.
“Saya minta Ibu bisa menggagalkan acara itu dimana Ibu menjadi penasehatnya,” kata Marzuki dari atas podium sambil menunjuk ke arah Rachmawati yang duduk di jejeran kursi depan podium.
Peringatan tersebut tak urung membuat seluruh undangan dan ribuan pengagum Bung Karno terdiam. Mereka hanya berbisik-bisik dan saling melempar pandangan kepada Rachmawati yang duduk di deretan bangku paling depan.
Sayangnya, penasehat Presiden tersebut enggan mengomentari pernyataan Kyai Marzuki dan langsung meninggalkan lokasi usai acara ditutup. Bersama sejumlah kerabat dan pengurus DPC PDIP Blitar, dia bergegas menuju makam Bung Karno untuk melakukan ziarah kubur. (sihc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih