-JAKARTA — Pelaku industri musik punya harapan lain pasa para kandidat capres dan cawapres. Tak perlu banyak janji. Anggota Dewan Pimpinan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia Arnel Affandi mengatakan, sebagai pelaku industri musik, ia mengharapkan ada capres yang berani berbicara tegas soal pemberantasan pembajakan karya musik.
"Sudahlah, tidak perlu kita bicara banyak soal pembajakan. Siapa pun yang jadi presiden, ada enggak yang berani melakukan dua hal untuk mengatasi pembajakan. Dua hal saja," kata Arnel pada diskusi mingguan di Chemistry Media Centre, bertajuk "Industri kreatif, membangun raksasa tidur", di Jakarta, Senin (15/6).
Apa dua hal itu? Pertama, political will, dan kedua, political action. "Pernyataan itu harus dari eksekutif, dari pemimpinnya. Ada enggak yang berani menyatakan, mal-mal yang memberikan ruang penjualan karya bajakan bisa ditindak pidana?" kata Arnel.
Arnel memberikan gambaran, pembajakan di Indonesia masuk dalam priority watch list di dunia sebagai negara yang paling banyak tingkat pembajakannya. "Kita itu cukup 'bagus' dalam pembajakan, sampai 900 persen karya bajakan di Indonesia. Hebat sekali, kan?" ujar Ketua Asosiasi Industri Rekaman ASEAN ini. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih