-JAKARTA - Indonesia akan dihadapkan pada pemilihan presiden yang menentukan arah pembangunan negara ini lima tahun ke depan. Para calon presiden pun belakangan ini makin sering mengiklankan diri. Bagaimanakah kriteria pemimpin ideal Indonesia?
"Tidak mengutamakan kepentingan pribadi dan berani mengambil tindakan, meski tidak populer," tegas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafi'i Ma'arif.
Lantas, siapakah pemimpin yang berani mengambil keputusan yang tidak populer
tersebut? Apakah presiden SBY dengan kebijakan menaikkan harga BBM beberapa waktu lampau telah memenuhi kriteria tersebut? Ternyata bukan SBY yang dimaksudkannya.
"Yang di belakang kan Jusuf Kalla (JK). Dia yang 'the real president'," ungkap Syafii.
Ditemui seusai memberikan pidato budaya dalam acara penganugerahan Habibie Award di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2008) malam, Syafi'i mengatakan bahwa sesungguhnya JK-lah pemimpin pemerintahan saat ini.
"Namun, sayang 'pollingnya rendah terus," tambahnya.
Lebih lanjut, Syafi'i yang juga pemenang Magsaysay Award ini juga memuji kiprah JK selama ini. Menurutnya, apa yang telah dicapai oleh JK sangat banyak.
"Ya, dia berbuat banyak sebenarnya. Tapi pollingnya rendah. Dengan segala keterbatasan, dia memainkan peran. Contohnya Aceh," jelas Syafii yang enggan menjawab ketika ditanya apakah dia mendukung JK menjadi presiden. (sihc/sdtc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih