-JAKARTA — Masa bakti pemerintahan periode 2004-2009 akan segera berakhir, calon presiden terpilih pun tengah menyusun komposisi kabinet yang baru. Pengamat ekonomi Indef, Fadil Hasan, menyatakan, Presiden Yudhoyono harus dapat memilih para menteri yang siap bekerja untuk mengisi posisi menteri di kabinet pemerintahan mendatang.
"Itu harus dilakukan, jangan sampai ia (menteri terpilih) mengatakan saya baru belajar," ujarnya dalam acara Dialog Kenegaraan DPD RI, di Gedung DPD RI, Jakarta, Rabu (9/9).
Selain itu, lanjutnya, para menteri terpilih juga harus mengetahui persoalan dan tugas yang akan dihadapinya di kabinet mendatang. Pasalnya, untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan keluar dari masalah yang sedang dihadapi, kabinet mendatang harus diisi oleh para menteri yang menguasai bidangnya masing-masing.
"Ketika ia dijadikan menteri ia harus sudah tahu tugas dan persoalan yang akan dihadapinya. Yang penting bisa kerja itu yang penting di kabinet besok," katanya.
Di kesempatan yang sama, pengamat politik Universitas Indonesia, Bonny Hargens, menilai, masa 5 tahun pemerintahan mendatang tidak akan menarik. Pasalnya, jika ide koalisi besar yang akan melibatkan Partai Golkar dan PDI Perjuangan terlaksana maka check and balances antara eksekutif dan legislatif tidak akan maksimal.
"Waktu 5 tahun ke depan mungkin tidak akan menarik dan tidak bisa berharap banyak. Kekecewaan itu karena koalisi besar yang sedang digagas sekarang ini merupakan preseden buruk bagi sejarah kita," katanya. (sihc/skoc) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih