-JAKARTA - Seringnya kecelakaan di pelintasan rel kereta, menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Guna mencegah jatuhnya korban jiwa lagi, presiden minta semua pelintasan rel dijaga dan diberi palang. "PT Kereta Api harus menginventarisasi," kata Presiden saat peresmian jalur ganda kereta di Stasiun Kota Jakarta kemarin.
Presiden meminta manajemen keselamatan dan operasi kereta benar-benar ditingkatkan. Sebagai bukti hasil peningkatan itu, Yudhoyono mematok kecelakaan kereta menuju nol pada 5 tahun mendatang.
Caranya, semua jajaran perkeretaapian mesti memikirkan pembangunan rel dengan proyek jalan yang seringkali berbenturan.
Akibatnya, sejumlah jalan yang melintasi rel kereta menjadi semakin banyak. Presiden sungguh-sungguh meminta rel-rel yang berpotongan dengan jalan dan harus dijaga petugas dan diberi palang. Menurut presiden, sangat tidak masuk akal kalau terus terjadi kecelakaan di pelintasan kereta. "Target menuju nol kecelakaan kereta bisa, tentu saja dengan kerja sama yang baik. Pasti ada solusi," ujarnya.
Yudhoyono juga menjelaskan, memprioritaskan sarana kereta api sebagai angkutan nasional terutama di Pulau Jawa, pemerintah akan menggandeng swasta. Pemerintah melihat Pulau Jawa sebagai satu kesatuan ekonomi pada 10 hingga 20 tahun mendatang. Sehingga, transportasi merupakan sarana penting untuk menunjang ekonomi.
Pembangunan sarana dan prasarana kereta api akan mengurangi kepadatan kendaraan pribadi dan kemacetan yang ditimbulkannya. Dampak lainnya, tekanan terhadap pemanasan global dan perubahan iklim berkurang. Dia menyayangkan program kerja sejumlah kepala daerah di Jawa membangun bandar udara.
Industri dan subsektor kereta api, seperti PT Kereta Api Indonesia dan PT Industri Kereta Api harus menjalankan bisnis dengan baik. Industri pendukung perkeretaapian seperti Pindad dan Wijaya Karya diminta berperan membangun sarana dan prasarana kereta. " Bukan hanya konsep tapi harus pembangunan nyata," ujarnya.
Ditegaskan pemerintah perlu membuat cetak biru dan peta jalan (road map) pembangunan sarana transportasi secara terpadu untuk 5 hingga 25 tahun mendatang. "Perlu langkah-langkah yang lebih besar, lebih cepat lagi, lebih menjangkau ke seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas transportasi," ujarnya.
Dia optimistis Indonesia akan berkontribusi besar pada ekonomi dunia seperti Cina dan India. Bahkan, dia percaya Indonesia akan maju bersama Brazil, Cina, India, Rusia, dan Afrika Selatan. "Saya punya keyakinan bisa kita wujudkan kalau kebijakan, strategi kita jelas. Setiap 5 tahunnya. Dengan manajemen yg tepat," katanya. (sihc/stic) ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih