-SEMARANG - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah menyatakan siap memenangkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Kader PKS yang mendukung capres dan cawapres selain SBY-Boediono akan menerima sanksi. Ini karena dukungan terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 2 tersebut sudah menjadi keputusan DPP PKS.
"Mesin politik akan dikerahkan mulai dari struktur di tingkat provinsi hingga ke tingkat RT atau RW," ujar Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah Pemenangan SBY-Boediono Jateng dari PKS, Madi Mulyana, seusai konsolidasi pengurus DPW PKS Jateng di Kota Semarang, Jateng, Minggu (7/6).
Menurut Madi, DPW PKS Jateng optimistis dapat memperoleh setidaknya 13 persen suara dari target 62 persen suara yang dipasang tim kampanye daerah untuk memenangkan SBY-Boediono di Jateng. Tim kampanye daerah ini didukung oleh 23 partai politik lainnya selain PKS.
Ketua Panitia Konsolidasi DPW PKS Jateng Nurkholish Majid mengakui, konsolidasi tersebut bertujuan meyakinkan para kader agar berkomitmen untuk mendukung dan memenangkan SBY-Boediono. Konsolidasi akan dilanjutkan ke tingkat kabupaten/kota untuk menguatkan dukungan hingga ke tingkat terbawah.
"Masih ada beberapa kader yang masih ragu dan mencoba mendukung capres dan cawapres yang lain. Namun, dengan konsolidasi ini diharapkan seluruh kader sudah yakin dengan pilihan partai," kata Nurkholish. (sihc/skoc) ***
Capres yang berani teken kontrak politik hanya Megawati-Prabowo.
BalasHapusBuruh selalu dikalahkan, dan terabaikan begitulah nasih buruh di Indonesia.
Wahai....
para buruh se Indonesia pilihlah Capres yg berani teken kontrak politik dengan buruh.