coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Jumat, 26 Juni 2009

Prabowo: Kekayaan Negara Bocor Ke Luar Negeri

* PRESIDENTIAL *
-SEMARANG - Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto mengatakan, selama ini rakyat tidak dapat menikmati kekayaan negara karena hasilnya tidak kembali ke dalam negeri tetapi bocor dan mengalir ke luar negeri.


"Negara Indonesia sangat kaya dan bisa mencukupi kebutuhan untuk menjadi negara maju. Tetapi kekayaan negara bocor dan lari ke luar negeri," kata Prabowo di depan para Laskar Mandiri yang terdiri dari para petani, penjual jamu gendong, pengamen, tukang bakso, dan pengojek di PT Sido Muncul, Semarang, Senin.

Dalam acara temu wicara tersebut, Prabowo mengatakan, akibat kekayaan negara yang bocor tersebut rakyat tidak memiliki uang untuk sekolah, untuk membayar biaya rumah sakit, menaikkan gaji pegawai negeri sipil dan swasta.

Selain itu, kelangkaan dan mahalnya harga pupuk juga selalu menjadi masalah petani, bahkan sejak lima tahun yang lalu.

"Saya sudah dengar lima tahun lalu, pupuk sudah jadi masalah. Namun, saya heran kenapa pejabat pemerintah sekarang menyatakan keadaan pertanian sudah baik," katanya.

Prabowo mengatakan, seharusnya pupuk tidak boleh menjadi masalah karena pabrik pupuk adalah milik rakyat (BUMN,red.) dan produksinya disubsidi oleh APBN.

"Jadi seharusnya tidak boleh ada masalah. Yang jadi masalah adalah sistem," katanya.

Menurutnya, barang yang mendapat subsidi tidak boleh diperdagangkan dan dari pabrik harus diantarkan langsung ke pengguna yakni petani. Oleh karena itu, kelompok petani, koperasi tani, kepala desa, dan bupati yang menghitung kebutuhan pupuk harus berperan penting.

"Itu yang kita sarankan, tapi sampai sekarang belum ditanggapi akibatnya pupuk langka," katanya.

Kondisi itu, lanjut Prabowo, harus segera diubah. Prabowo meyakinkan bersama Megawati telah sepakat melakukan perubahan.

Pesta Demokrasi 8 Juli mendatang, rakyat diberi pilihan yakni satu perubahan memperbaiki keadaan ekonomi dan sistem yang keliru karena telah menyimpang dari UUD 1945. Prabowo dan Megawati sepakat menyelamatkan kekayaan negara.

"Jika tidak ada perubahan, maka silakan lanjutkan dan saya yakin jika sistem tidak diperbaiki maka tidak akan ada perbaikan nasib rakyat," demikian Prabowo. (sihc/saci)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda