coia

Menu

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19

Peduli Wartawan Terdampak Covid-19
Anda memiliki kepedulian pada wartawan kami yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19)? Salurkan kepedulian dan kasih Anda dengan mengirimkan donasi ke * BANK BCA NO REKENING 2291569317 * BANK BNI NO REKENING 0428294880 * BANK BRI NO REKENING 0539-01-008410-50-1 Semoga Tuhan YME membalas dengan rezeki yang bertambah.

Pencarian

Minggu, 01 Februari 2009

Partai Demokrat: Pendamping Yudhoyono Setelah Pemilihan Legislatif

* PRESIDENTIAL *
-JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Ali mengatakan pihaknya tidak akan meniru langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang membuat daftar nama tokoh kandidat calon wakil presiden. Strategi politik seperti itu dinilai bisa menjadi bumerang. "Kami tidak akan menyebut nama-nama calon sebelum pemilihan legislatif," katanya saat dihubungi Tempo, Minggu (01/02).

Karena itu, Marzuki melanjutkan, Demokrat baru akan menetapkan siapa pendamping Susilo Bambang Yudhoyono setelah pemilihan legislatif. Penetapan calon pendamping Yudhoyono sebelum pemilihan dinilai bisa menjadi kecelakaan politik karena partai yang saat ini besar belum tentu akan mendapat suara signifikan pada pemilihan legislatif. "Partai yang tadinya besar belum tentu besar nanti," kata Marzuki.

Menginventarisasi nama-nama tokoh untuk kemudian disandingkan dengan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon wakil presiden, kata Marzuki, bisa menjadi bumerang karena simpatisan tokoh yang kemudian tidak terpilih akan berang lalu menggembosi partai. "Hasilnya bisa negatif," kata Marzuki. Masyarakat, Marzuki melanjutkan, bisa berbalik menjadi antipati.

Marzuki enggan mengomentari pernyataan Partai Golkar soal hal itu. Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Rully Chairul Azwar mengatakan posisi Jusuf Kalla tergantung dari sikap Susilo Bambang Yudhoyono. hal ini karena bukan sikap resmi Golkar. Golkar, kata Marzuki, juga baru akan menetapkan siapa presiden dan wakil presiden yang akan diusung setelah pemilihan legislatif. "Masing-masing pihak menunggu," kata Marzuki.

Adapun mengenai rencana Golkar menetapkan calon kandidat presiden dan wakil presiden pada rapat konsultasi nasional partai Golkar pertengahan Februari ini, Marzuki menilai rapat tersebut tak akan sampai pada penetapan calon presiden atau wakil presiden. "Seperti PDI-Perjuangan, itu hanya manuver politik," kata Marzuki. (sihc/stic)
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuangkan ide, saran, masukan, kritik Anda di sini untuk membangun Indonesia yang jaya dan sejahtera. Bebas dan demokratis. Tapi jangan spam dong... Terimakasih

BERKARYA UNTUK BANGSA & NEGARA

Situs KIta CInTA (Kita Cinta Tanah Air) Indonesia kami persembahkan untuk masyarakat Indonesia yang cinta tanah air dimana pun berada. Kami menantikan karya Anda untuk mengisi konten di situs ini. Baik itu tulisan maupun foto tentang pejabat partai, daerah, negara termasuk ativitas partai, pemerintahan mulai dari Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Juga segala kegiatan yang berkaitan dengan kenegaraan. Caranya, kirim karya tulis atau foto Anda ke e-mail: aagwaa@yahoo.com.

Komentar Anda